Kata Berita

Kemarau, Ratusan Kepala Keluarga di Banjar Kekurangan Air Bersih

×

Kemarau, Ratusan Kepala Keluarga di Banjar Kekurangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Warga RT 1 dan RT 6 RW 18 Kelurahan Hegarsari yang antri megambil air bersih di salah satu sumur warga yang masih tersisa air

Banjar, katajurnalis.com.

Musim kemarau berdampak pada surut hingga keringnya sumber mata air. Sedikitnya 160 kepala keluarga di RT 1 dan RT 6, RW 18, Pengadegan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa barat mengalami kesulitan air bersih. Kondisi mereka diperparah oleh belum masuknya jaringan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom dan rusaknya bantuan mesin pompa air.

Menurut Samsu, ketua RW 18, kondisi ini sudah terjadi hampir satu bulan ini. Untuk memenuhi kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK), warga dari dua RT tersebut kini harus rela antri mengambil air dari satu-satunya sumur milik salah satu warga yang masih terdapat air.

“Setiap malam warga saya harus antri mengambil air di salah satu sumur yang masih ada airnya, mereka rela antri hingga berjam-jam untuk mendapatkan air bersih,” tutur Samsu kepada katajurnalis.com, Rabu (15/7/2026).

Samsu menambahkan, kondisi warganya tersebut diperparah oleh belum masuknya jaringan air bersih dari PDAM setempat. Ia mengaku sudah melaporkan kondisi warganya yang kekurangan air bersih itu ke pihak BPBD Kota Banjar melalui Kelurahan Hegarsari.

Baca Juga  Tolak Intimidasi dan Perusakan, Petani Sinartanjung Gelar Aksi di DPRD Banjar

“Warga di sini belum bisa menikmati air bersih dari PDAM sementara sumur sudah habis airnya akibat kemarau,” tambah Samsu.

Mesin Pompa Air dari Bantuan Mengalami Kerusakan

Samsu menunjukan mesin pompa air yang rusak

Samsu melanjutkan, kondisi kemarau tahun ini dirasa berat lantaran mesin pompa air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam kondisi rusak. Meski sumur bor masih terdapat air, namun tidak bisa dikonsumsi warga setempat untuk kebutuhan MCK.

“Kami sudah melaporkan kebutuhan air bersih ini ke pihak kelurahan untuk selanjutnya diteruskan ke phak BPBD Kota Banjar, hingga kini kami masih menunggu kiriman air bersih dan semoga ada pihak yang bisa membantu untuk membeli mesin pompa,” ujar Samsu.

BMKG Rilis Dampak Kemarau akibat Fenomena El Nino

BMKG menyebut musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan memiliki durasi lebih panjang daripada kondisi normal akibat fenomena El Niño. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi bertahap pada Juli hingga September dengan porsi terbesar (48,84%) berada di bulan Agustus.

Baca Juga  Akses Banjar–Ciamis Terganggu Akibat Longsor

BMKG mengingatkan tingginya risiko kekeringan meteorologis, krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Pada masa puncak kemarau nanti masyarakat diimbau mewaspadai lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat udara kering dan debu.

Aditya TW