Pangandaran, katajurnalis.com.
Musim kemarau panjang sering kali diidentikkan dengan krisis air bersih dan kekeringan lahan pertanian. Namun, kondisi ini justru membawa berkah tersendiri bagi puluhan ibu rumah tangga di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Setiap musim kemarau tiba, warga setempat beralih profesi menjadi buruh dadakan pengupas kerang taritip, sejenis kerang muara berkulit keras menyerupai batu karang yang banyak muncul di Sungai Citanduy.
Kerang taritip ini didapatkan dari dasar muara Sungai Citanduy. Salah seorang pencari kerang, Deni Hartono, menjelaskan bahwa proses pengambilan kerang harus dilakukan dengan cara menyelam.
“Kerang taritip didapatkan dari dasar sungai atau muara Sungai Citanduy dengan cara menyelam menggunakan beberapa alat bantu,” ujar Deni, Kamis (16/7/2026).
Setelah kerang berhasil dikumpulkan dari sungai, barulah proses pengupasan dimulai dengan melibatkan ibu-ibu di lingkungan sekitar.
Sistem Upah Bagi Hasil dan Proses yang Sulit
Salah seorang buruh pengupas, Nurjanah, menuturkan bahwa hampir seluruh ibu-ibu di wilayah RT 01 RW 05 Dusun Ciawitali memanfaatkan momentum ini untuk mencari penghasilan tambahan. Sistem pengupahan yang digunakan adalah bagi hasil berdasarkan volume.
“Sistem upahnya menggunakan takaran gelas. Dari setiap lima gelas kerang taritip yang berhasil dikupas, kami mendapatkan bagian satu gelas,” jelas Nurjanah.
Ia mengakui bahwa mengupas kerang jenis ini memerlukan kesabaran ekstra karena cangkangnya yang sangat keras. Warga biasanya menggunakan alat bantu sederhana seperti palu, paku, dan sendok untuk mencungkil daging kerang.
“Mengupas taritip lumayan susah karena kulitnya keras. Tapi alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan dapur dan menambah penghasilan sehari-hari. Ini berkah musim kemarau,” tambahnya.
Harga Jual dan Kemiripan dengan Kuliner ‘Toe’
Daging kerang taritip yang sudah bersih memiliki tekstur putih dan cita rasa khas yang mirip dengan toe atau totok—kuliner kerang khas Kalipucang. Di tingkat perajin atau lokasi pengupasan, daging kerang taritip ini dijual dengan harga *Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram*.
Wawan Hermawan



