Kata Berita

Alumni Miftahul Inayah, Santri dan Warga di Ciamis Bangun Jalan Ratusan Meter

×

Alumni Miftahul Inayah, Santri dan Warga di Ciamis Bangun Jalan Ratusan Meter

Sebarkan artikel ini
Alumnus, Santri dan Warga di Ciamis Bangun Jalan Ratusan Meter Menuju Ponpes Miftahul Inayah di Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari

Ciamis, Katajurnalis.com.

Bentuk kepedulian dan merekatkan silaturahmi, alumni dan santri bersama warga bangun akses jalan menuju pondok pesantren Miftahul Inayah di Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari. Jalan sepanjang 300 meter itu, disebut sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

Menurut  Pimpinan ponpes Miftahul Inayah, KH Yayan Ahmad Jalaluddin, perbaikan jalan ini diinisiasi oleh alumni yang tergabung dalam  Himpunan Alumni Miftahul Inayah (Hamifi), Ikatan Qomunitas Jamaah Hikam (Iqomah), Garda serta santri dan warga sekitar. Yayan mengaku pembangunan fasilitas umum ini sangat dibutuhkan untuk akses keluar masuk santri dan warga setempat.

“Jalan ini adalah akses utama menuju pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan, dengan kebersamaan dan niat yang tulus insyaAllah pembangunan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi pesantren tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” kata Yayan, Sabtu (3/1/2026).

Yayan menambahkan, Kondisi jalan menuju pesantren sebelumnya diketahui telah lama mengalami kerusakan parah. Saat musim hujan jalan menjadi licin dan berlumpur. Sementara saat musim kemarau dipenuhi debu dan bebatuan.

Baca Juga  Kedua Kalinya, Rumah Pasangan Lansia di Banjar Terbakar

Kondisi tersebut kerap membuat warga dan santri kesulitan untuk beraktivitas. Minimnya perhatian terhadap perbaikan jalan membuat masyarakat akhirnya berinisiatif untuk membangun secara mandiri.

Pembangunan jalan itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menunjang kelancaran aktivitas pendidikan santri dan kegiatan keagamaan di Pesantren Miftahul Inayah.

Selain itu, keberadaan jalan yang layak juga diyakini mampu mendorong aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sindanghayu.

“Melalui pembangunan berbasis swadaya ini, masyarakat berharap semangat gotong royong dapat terus terpelihara dan menjadi contoh bagi wilayah lain bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menjadi solusi atas keterbatasan Pembangunan,” tandas Yayan.

Aditya TW