Pangandaran, katajurnalis.com.
Banjir luapan sungai Citanduy hingga Selasa (11/11/2025) malam terus terjadi dan meluas. Rumah dan toko di Kawasan pasar Kalipucang, Pangandaran tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi dari 20 sentimeter hingga setengah meter.
Pemilik warung dan toko terpaksa harus menutup sementara usaha mereka lantaran kondisi warung dan toko yang tergenang banjir. Berbagai upaya dilakukan agar banjir tidak masuk ke dalam ruangan warung dan toko.
“Banjir masuk ke dalam toko saya pak jadi terpaksa harus tutup karena tidak ada pembeli,” kata salah satu pemilik toko, Aji Putra kepada katajurnalis.com.
Selain menggenangi area pemukiman warga, banjir luapan Sungai Citanduy juga terjadi di ruas jalan nasional. Titik terparah terjadi di pertigaan pasar Kalipucang hingga arus lalu lintas kedua arah menjadi tersendat. Tidak sedikit sepeda motor yang mogok lantaran nekat menerjang banjir.
Petugas gabungan TNI Polri dan BBWS Citanduy kini tengah berupaya untuk mengurangi debit air di ruas jalan. Namun saluran drainase tampaknya tidak mampu membuang air. Petugas menyebut banjir sudah terjadi sejak Senin siang dengan ketinggian 30-40 sentimeter
“Banjir ini akibat luapan Sungai Citanduy yang berdampak ke jalan nasional karena posisi jalan yang rendah sehingga terjebak banjir, upaya kami saat ini mengamankan arus lalu lintas,” kata Sudaryadi, warga setempat.
Petugas menyebut banjir ini bisa semakin meluas bila curah hujan masih tinggi di Kawasan hulu Sungai Citanduy. Warga diminta agar waspada terhadap banjir susulan.
Wawan Hermawan – ATW






