Banjar, Katajurnalis.com.
Bulan suci Ramadhan membawa berkah. Begitu ungkapan pedagang musiman di jalur mudik arteri lintas selatan. Gerbang Kota Banjar setiap memasuki musim mudik, selalu ramai oleh warung dadakan pedagang kaki lima di kanan dan kiri bahu jalan.
Adalah Sugiman dan Slamet pedagang baso dan kopi serta mendoan yang meraup untung jutaan rupiah setiap harinya. Pedagang baso bisa membawa pulang Rp 4 juta setiap hari lantaran ratusan porsi habis terjual.
Sementara Slamet, pedagang minuman dan makanan ringan seperti mendoan serta kopi dan es, bisa meraup untung hingga Rp1,5 juta setiap hari. Pedagang mengaku konsumen mereka didominasi oleh pemudik dari arah Jakarta Bandung tujuan Jawa Tengah dan sekitarnya.
“Alhamdulillah dalam satu hari saya dan istri bisa untung Rp 1 juta lebih,” kata Slamet kepada katajurnalis.com, Senin (16/3/2026).

Slamet menyebut, ia berjualan hanya di musim mudik lantaran izin berjualan di gerbang kota hanya diberikan selama 14 hari musim mudik dan arus balik mudik.
“Hari biasa saya tidak berjualan karena tidak diberi izin dan alhamdulillah saya dan istri selalu menjaga tempat berjualan agar selalu bersih dan tidak merusak pohon,” tambah Slamet.
Sementara salah satu pemudik mengaku, setiap pulang kampung di musim mudik selalu beristirahat di gerbang kota. Selain tempatnya yang strategis, harga makanan dan minuman juga tergolong relatif murah.
“Setiap mudik saya dan keluarga selalu istirahat di sini pak, tempatnya cocok untuk melepas lelah,” ucap Tatan, pemudik asal Bekasi tujuan Pangandaran.
Agar minat pembeli bertambah, pedagang musiman menyediakan tempat serta tikar untuk beristirahat bagi pemudik. Warung dadakan ini dipadati pemudik pada pagi menjelang siang dan malam menjelang subuh.
Aditya TW






