Pangandaran, Katajurnalis.com.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, mulai beroperasi pada Senin, 2 Maret 2026. Peresmian ditandai dengan silaturahmi dan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah yang dihadiri unsur pemerintah dan sekolah.
Kegiatan itu dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimerak, Pemerintah Desa Sindangsari, perwakilan Desa Mekarsari, jajaran TNI-Polri, kepala sekolah, guru, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta karyawan SPPG.
Kehadiran berbagai unsur tersebut, menurut panitia, menjadi penegas bahwa program pemenuhan gizi bukan semata tanggung jawab satu lembaga, melainkan kerja bersama lintas sektor.
Pengelola memastikan seluruh persyaratan operasional telah dipenuhi, termasuk tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), standar sanitasi dapur, serta kelayakan fasilitas produksi makanan sesuai ketentuan.
Dalam agenda pembukaan, para tamu undangan diajak meninjau langsung dapur dan proses pengolahan makanan. Mereka melihat tahapan persiapan bahan, proses memasak, hingga penerapan standar kebersihan.
Transparansi ini dilakukan sebelum layanan menjangkau peserta didik. Para kepala sekolah dan guru juga mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan. Paket makanan terdiri atas sumber karbohidrat, lauk berprotein, sayuran, dan buah sebagai pelengkap gizi seimbang.
Langkah tersebut dimaksudkan agar pihak sekolah mengetahui kualitas rasa, porsi, dan kelayakan makanan. Pengawasan, kata panitia, tidak hanya berbasis administrasi, tetapi juga pengalaman langsung para pendidik.
Camat Cimerak, Tedi Sopyan, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya fasilitas tersebut. Ia menilai kehadiran SPPG dapat mendukung peningkatan kualitas gizi anak sekolah di wilayahnya.
“Kami menyambut baik operasional SPPG Sindangsari ini. Program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah harus kita kawal bersama. Kehadiran para kepala sekolah hari ini penting agar ada keterbukaan dan pengawasan bersama,” ujar Tedi dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan dapur, serta ketepatan distribusi agar manfaat program benar-benar dirasakan siswa. Menurut dia, SPPG harus menjadi simbol kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi sehat.
Perwakilan SPPG, Ile, mengatakan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar higienitas. Bahan baku dipasok dari penyedia terverifikasi dan setiap tahapan memasak diawasi secara ketat untuk menjamin keamanan pangan.
Ia berharap program pemenuhan gizi di Kecamatan Cimerak berjalan optimal dan memberi dampak nyata terhadap tumbuh kembang peserta didik, khususnya di Desa Sindangsari dan Mekarsari.
DRY






