Kata Berita

Dari Catering ke Program MBG, Neti Prioritaskan Kualitas Makanan untuk 2.922 Penerima Manfaat

×

Dari Catering ke Program MBG, Neti Prioritaskan Kualitas Makanan untuk 2.922 Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, Katajurnalis.com.

Seorang pengusaha catering asal Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, bernama Neti kini banting setir dengan mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Dapur SPPG Legokjawa yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Islam Al-Wafa.

Sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab dapur SPPG Legokjawa, Neti mengaku terjun langsung memantau proses pengolahan makanan setiap hari. Ia menegaskan, kualitas makanan menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar mengejar jumlah produksi.

“Kami selalu memantau langsung proses pengolahan. Bagi kami yang paling penting adalah kualitas makanan, bukan hanya kuantitas,” kata Neti, Jumat 13 Maret 2026.

Dalam menjalankan operasional dapur, Neti juga dikenal tegas kepada para karyawannya. Ia tidak segan menegur bahkan memarahi pekerja yang dianggap lalai dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena ia merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap para penerima manfaat program MBG.

“Sebagus mungkin kami berikan yang terbaik untuk penerima. Kami punya tanggung jawab penuh terhadap dapur ini,” katanya.

Baca Juga  Bak Terangkat dan Hilang Kendali, Truk Muatan Sampah Terguling di Pangandaran

Neti sendiri telah berpengalaman selama 23 tahun menjalankan usaha catering. Pengalaman panjang di bidang kuliner itu membuatnya merasa memiliki dasar yang kuat untuk mengelola dapur program MBG.

Ia mengaku terharu ketika menerima berbagai respons positif dari para siswa penerima manfaat. Bahkan sejumlah guru kerap mengirimkan video yang memperlihatkan para siswa menikmati makanan yang disediakan.

“Banyak siswa yang menyampaikan terima kasih dan memesan lagi. Guru juga sering mengirim video siswa yang terlihat senang dengan makanan yang kami sajikan,” ungkapnya.

Selain memperhatikan kualitas makanan, pengelolaan limbah dapur juga menjadi perhatian utama. Neti memastikan sistem pembuangan limbah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

“Kami sangat mengutamakan pengelolaan limbah. Intinya jangan sampai berdampak buruk kepada warga sekitar,” jelasnya.

Di sisi lain, Neti juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar dengan menggandeng pemasok bahan baku dari warga lokal. Berbagai kebutuhan dapur seperti buah-buahan, sayuran, telur, ayam hingga kebutuhan kelontong dipasok oleh pelaku usaha di sekitar Desa Legokjawa.

Baca Juga  Rumah dan Puluhan Hektare Sawah di Banjar Terendam Banjir

“Kami mengutamakan warga lokal sebagai pemasok bahan baku dapur MBG, supaya manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Saat ini, Dapur SPPG Legokjawa melayani total 2.922 penerima manfaat, yang terdiri dari 2.171 siswa serta 751 penerima lainnya dalam kategori B3. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi pelajar di wilayah Kecamatan Cimerak dan sekitarnya.

Andriansyah