Kata Berita

Empat Titik Tanggul Rusak di Neglasari, Petani Khawatir Gagal Panen

×

Empat Titik Tanggul Rusak di Neglasari, Petani Khawatir Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

Ciamis, Katajurnalis.com.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan tanggul selokan pembuangan jebol. Tanggul yang berada di Dusun Cibenda, RT 14 RW 02, Desa Neglasari itu dilaporkan rusak sepanjang sekitar 4 meter dengan tinggi 2 meter.

Akibat jebolnya tanggul, air meluap ke area persawahan milik warga. Sekitar 2 hektare sawah yang baru ditanami padi terendam banjir. Total lahan yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai 5 hektare.

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu sore dari Kepala Dusun Cigamping.

“Benar, kami menerima laporan tanggul jebol. Hingga malam hari, arus air masih masuk ke area persawahan,” kata Baehaki saat dihubungi.

Menurut dia, warga bersama pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan kebencanaan masih melakukan pemantauan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya genangan air ke lahan pertanian lainnya.

Baca Juga  Kritis! Tanggul Citanduy di Rawaapu Nyaris Jebol, Warga Bangun Tanggul Sementara

Kepala Dusun Cigamping, Iing Ramdani, menyebutkan sekitar 5 hektare sawah di wilayah tersebut kini terancam terdampak banjir. Seluruh lahan yang terancam diketahui baru ditanami padi. “Jika air tidak segera surut, tanaman berisiko mati dan petani bisa mengalami kerugian besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga berharap ada penanganan cepat untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Menurut dia, jika tidak segera ditangani, aliran selokan berpotensi terus menggenangi area persawahan. “Harapannya air segera surut dan tanggul bisa segera diperbaiki,” kata Iing.

Selain titik tanggul yang jebol, terdapat sekitar empat titik tanggul selokan lain di wilayah tersebut yang dilaporkan mengalami kerusakan. Untuk penanganan darurat, warga membutuhkan bantuan karung dan bronjong guna menahan arus air serta memperbaiki tanggul sementara.

Hingga berita ini ditulis, warga dan petugas masih bersiaga di lokasi untuk meminimalkan dampak banjir sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait.

Cucu Agus Lesmana – DRY