Banjar, katajurnalis.com
Menghadapi arus mudik lebaran 1447 H/2026, sejumlah persiapan kini tengah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banjar. Berdasarkan kalender hari raya tahun 2026, diperkirakan arus mudik akan mulai mengalir 14 Maret hingga 19 Maret 2026 mendatang.
Antisipasi terjadinya lonjakan mobilisasi mudik, Dinas Kesehatan Kota Banjar menyiagakan pelayanan kesehatan dengan mendirikan posko Kesehatan di beberapa titik. Posko utama akan dibuka di alun-alun Kota Banjar mulai 13 Maret 2026
Di posko tersebut tersedia kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pemudik dan warga Kota Banjar. Bahkan Dinkes akan menyediakan pelayanan Kesehatan tradisional dengan minuman jamu. Selain itu terdapat pula pemeriksaan gula darah, tensi, hingga pemeriksaan mata dan telinga.
“Kami segera membuka posko utama Kesehatan di alun-alun dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan Kesehatan gratis dan layanan lainnya seperti kesehatan tradisional dengan menyajikan jamu yang kami racik sendiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, H Saifuddin kepada katajurnalis.com, Kamis (12/3/2026).
Pos Pelayanan Kesehatan sementara didirikan di Lokasi strategis jalur mudik seperti di terminal bus, stasiun kereta, rest area tempat umum. Pos itu fokus pada pelayanan medis dan kesehatan bagi para pemudik maupun petugas di lapangan. Tujuan utama pendirian pos kesehatan adalah untuk memberikan pelayanan medis secara cepat, tepat, dan darurat sehingga dapat menjamin keselamatan masyarakat selama masa perjalanan mudik.
“Keberadaan pos pelayanan kesehatan sangat penting terutama dalam menurunkan risiko fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas. Melalui penanganan medis yang cepat pada periode emas (Golden Period) warga yang sakit terutama mereka korban kecelakaan dapat segera memperoleh pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” tambah Saifuddin.
Saifuddin juga menyebut selain posko Kesehatan, seluruh puskesmas juga diaktifkan selama periode arus mudik dan arus balik mudik. 10 puskesmas, 3 klinik, dan 4 rumah sakit akan melakukan pelayanan Kesehatan secara maksimal. Beberapa klinik swasta juga turut berpartisipasi antara lain Klinik PKU Muhammadiyah, Klinik Vita Medika, dan Klinik Perintis.
Sejumlah organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Bidan Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga turut terlibat dalam pelayanan kesehatan pada arus mudik lebaran 2026 ini.
“Kami dibantu pula oleh berbagai sumber yang terdiri dari dokter, perawat, pengemudi ambulans, serta tim Emergency Medical Team (EMT), Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sistem pelayanan kesehatan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran,” pungkas Saifuddin.
Dengan adanya berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran dapat berjalan optimal serta mampu memberikan perlindungan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat di wilayah Kota Banjar.
Aditya TW






