Kata Pendidikan

Isu Dugaan Hubungan Tak Pantas Oknum Kepsek dan Guru di Banjar Mengemuka

×

Isu Dugaan Hubungan Tak Pantas Oknum Kepsek dan Guru di Banjar Mengemuka

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya. Foto: Johan Wijaya/KJ

Banjar, Katajurnalis.com.

Isu dugaan hubungan tak pantas antara seorang kepala sekolah berinisial I dan guru agama berinisial T di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kota Banjar menjadi perbincangan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Informasi tersebut beredar luas dari mulut ke mulut dan melalui media sosial, memunculkan beragam spekulasi. Sejumlah kabar bahkan menyebut persoalan rumah tangga turut terseret dalam isu tersebut. Namun hingga kini, belum ada laporan resmi yang disampaikan kepada instansi berwenang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi, mengatakan pihaknya telah mendengar informasi yang berkembang di masyarakat. Meski demikian, dinas belum menerima pengaduan formal terkait dugaan tersebut.

“Informasi sepintas memang ada. Namun secara kedinasan kami belum menerima laporan resmi. Tanpa pengaduan yang jelas dan bukti pendukung, kami tidak bisa mengambil langkah,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Februari 2026.

Belum Ada Dasar Pemeriksaan

Dedi menegaskan, setiap pemanggilan maupun pemeriksaan terhadap aparatur sipil negara (ASN) harus berlandaskan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Baca Juga  Tingkatkan Solidaritas Pendidik, PKBM Cemara Kota Bogor Gelar Outbound

Menurut dia, laporan resmi dapat berasal dari keluarga, pihak sekolah, maupun masyarakat, sepanjang disertai bukti yang dapat diverifikasi.

“Kalau ada laporan resmi tentu akan kami tindak lanjuti sesuai aturan. Tetapi sampai hari ini belum ada,” ujarnya.

Ia juga menyebut belum menerima laporan resmi terkait isu yang berkembang mengenai dugaan perselisihan keluarga yang dikaitkan dengan kabar tersebut.

Mutasi Guru Jadi Sorotan

Isu semakin ramai setelah guru agama berinisial T diketahui telah dipindahkan tugasnya ke sekolah lain. Sebagian masyarakat menduga mutasi tersebut berkaitan dengan dugaan hubungan yang beredar.

Namun Dedi membantah anggapan itu. Ia menjelaskan bahwa kebijakan mutasi dilakukan dalam rangka penataan tenaga pendidik.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, beberapa SMP di Kota Banjar mengalami kelebihan guru agama. Penyesuaian dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja dan jam mengajar, dengan mempertimbangkan domisili serta sertifikasi guru.

“Mutasi itu bagian dari penataan. Kebetulan ada penyesuaian kebutuhan dan domisili. Tidak ada kaitannya dengan isu yang beredar,” kata Dedi.

Penekanan pada Etika Profesi

Di tengah beredarnya isu tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme di lingkungan pendidikan.

Baca Juga  Lomba Santri Diniyah Kalipucang 2025 Jadi Tradisi Positif dalam Pendidikan Keagamaan

Menurut Dedi, pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru dilakukan secara rutin untuk menjaga kedisiplinan, integritas, serta nama baik institusi pendidikan.

“Lingkungan sekolah harus menjadi teladan. Kami selalu menekankan pentingnya etika dan disiplin,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dari pihak yang disebut dalam isu tersebut.

Johan Wijaya – DRY