Kata Berita

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pembinaan Atlet di Pangandaran

×

Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pembinaan Atlet di Pangandaran

Sebarkan artikel ini
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran, Arief Hikmawan. Foto: Agus Giantoro/KJ

Pangandaran, Katajurnalis.com.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pangandaran, Arief Hikmawan, menyebutkan sebanyak 25 cabang olahraga (cabor) aktif dari total sekitar 30 cabor yang terdaftar. Hal itu disampaikannya dalam pemaparan evaluasi dan rencana pembinaan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Menurut Arief, sejumlah aspek pembinaan masih perlu diperbaiki, terutama pada pengembangan program, sistem monitoring, serta skema latihan atlet. Evaluasi dilakukan bertahap untuk mengukur kesiapan masing-masing cabor, termasuk peluang lolos dari babak kualifikasi.

“Biasanya kami melihat hasil babak kualifikasi Porprov. Jika cabor mampu lolos dan berada di peringkat dua atau tiga, itu menjadi dasar untuk meningkatkan pola pembinaan berikutnya,” kata Arief usai pelantikan pengurus KONI Pangandaran periode 2025–2029, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menyebutkan sekitar 14 cabor dinilai memiliki potensi tampil dengan rata-rata target delapan medali. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam proses pembinaan. Karena itu, pihaknya berupaya mencari sumber pendanaan alternatif guna menopang kebutuhan atlet.

Baca Juga  Guru Asal Ciamis Ditemukan Tewas di Pangandaran

Salah satu strategi yang akan dimaksimalkan adalah pengembangan konsep sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga. Selain mendorong peningkatan prestasi, langkah ini diharapkan memberi dampak ekonomi dan memperkuat promosi daerah. Hasilnya, kata dia, dapat dialokasikan kembali untuk mendukung pembinaan atlet.

Terkait tahapan latihan, Arief menjelaskan program pembinaan dibagi dalam beberapa periode. Pada Juli hingga Agustus, fokus diarahkan pada penguatan teknik dan peningkatan kapasitas atlet. Setelah itu, uji tanding digelar untuk mengukur kemampuan serta kesiapan bertanding. Tahap akhir berupa tes dan evaluasi menyeluruh dijadwalkan pada September.

Arief berharap dukungan berbagai pihak agar program pembinaan berjalan optimal.

“Pembinaan ini membutuhkan komitmen bersama. Kami akan terus berupaya mencari dukungan anggaran dari berbagai aspek agar target prestasi dapat tercapai,” ujarnya.

Agus Giantoro – DRY