Cilacap, katajurnalis.com.
Tanggul Sungai Citanduy di Blok RT 01 RW 02 Cikadim, Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, mengalami abrasi parah pada Jumat (14/11/2025). Struktur tanggul sepanjang sekitar 40 meter dengan lebar 3 meter itu terkikis derasnya aliran sungai hingga nyaris jebol.
Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu selama empat hari berturut-turut menyebabkan debit Sungai Citanduy meningkat signifikan. Pemerintah desa mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar titik abrasi. Setiap malam, warga Rawaapu melakukan ronda untuk memantau kondisi tanggul guna mencegah potensi bencana.
Kepala Desa Rawaapu, Bambang Wiyantoro bersama unsur Forkopimcam Patimuan, TNI–Polri, serta relawan turun langsung ke lokasi untuk membuat tanggul sementara. Mereka memanfaatkan patok bambu, batu, dan tanah urug yang dimasukkan ke dalam karung guna memperkuat struktur tanggul yang sudah kritis.
“Kondisi tanggul riskan jebol, kami bersama semua unsur terkait berinisiatif membuat tanggul sementara dari bambu dan tanah urug yang dimasukkan ke karung. Alhamdulillah, karung untuk penanganan darurat disuplai dari BPBD,” ujarnya.
Bambang menambahkan, bila tanggul benar-benar jebol, dampaknya akan sangat besar.
“Warga jelas khawatir. Jika jebol, sekitar 250 hektare lahan pertanian dan hampir 3.000 jiwa di Desa Rawaapu berpotensi terdampak. Kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah,” terangnya.
Pemerintah desa telah melayangkan laporan resmi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Bambang menyebut bahwa pihak BBWS sudah melakukan pengecekan lapangan.
“Kemarin pihak BBWS datang. Mungkin dua atau tiga hari ke depan akan ada rapat lanjutan dan mereka akan kembali ke sini untuk penanggulangan. Harapan kami, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tanggul dapat segera diperbaiki oleh pihak berwenang,” tutupnya.
Wawan Hermawan-dry






