Banjar, Katajurnalis.com.
Atap rumah milik Ida, warga Lingkungan Parungsari RT 01 RW 01, Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, Jawa Barat, ambruk setelah konstruksi bangunan yang sudah lapuk tidak lagi mampu menahan beban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Ruhimat, membenarkan kejadian tersebut. Namun ia menegaskan peristiwa itu tidak berkaitan dengan cuaca ekstrem yang sempat terjadi belakangan ini.
“Itu sudah lapuk dan tidak kuat menahan beban,” kata Ruhimat, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut Ruhimat, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sebelumnya. Bagian atap rumah runtuh akibat kondisi bangunan yang telah rapuh. Karena penyebabnya faktor konstruksi, kejadian itu tidak dikategorikan sebagai bencana daerah.
“Kejadiannya kemarin Rabu. Dan itu tidak masuk bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karena tidak masuk kategori bencana, penanganan lebih lanjut termasuk bantuan perbaikan rumah bukan menjadi kewenangan BPBD, melainkan instansi lain di lingkungan pemerintah daerah.
“Untuk atap rumah ambruk ini kejadiannya sebelum hujan deras. Jadi tidak masuk dampak cuaca ekstrem, tapi karena bangunannya sudah lapuk,” kata Ruhimat.
Akibat peristiwa tersebut, bagian atap rumah Ida mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tutupnya.
Andriansyah






