Banjar, Katajurnalis.com.
Nana Suryana kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Banjar periode 2025–2030. Kepastian tersebut diumumkan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) serentak PDI Perjuangan untuk lima zona di Jawa Barat. Pelaksanaan untuk zona Priangan Timur digelar di Salah Satu Hotel di Tasikmalaya, Senin (8/12/2025).
Ditemui di kediamannya, Nana menyampaikan keputusan tersebut bukan sekadar simbol dukungan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan seluruh proses penjaringan hingga penetapan nama telah berlangsung sesuai mekanisme AD/ART serta peraturan partai.
Hasil Konfercab tersebut diplenokan dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Sekjen Hasto Kristiyanto.
“Alhamdulillah, saya masih dipercaya untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Banjar periode 2025–2030,” ujarnya kepada katajurnalis.com, saat ditemui di kediamannya, Selasa (9/12/2025).
Nana menekankan jabatan yang diterimanya bukan sebuah hadiah, melainkan tanggung jawab besar, terutama menghadapi agenda politik mendatang. Menurutnya, memimpin PDI Perjuangan di Kota Banjar memerlukan kedisiplinan, ketegasan, dan keseriusan dalam mengelola organisasi.
Ia langsung menyoroti pentingnya soliditas dan loyalitas kader, yang disebutnya sebagai “50 persen kemenangan partai”. Evaluasi internal, kata Nana, perlu dilakukan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan dari periode sebelumnya.
Selain soliditas, ia menyebut loyalitas kader sebagai fondasi utama dalam menjalankan Trias Dinamika Partai: pemetaan wilayah, penempatan kader, serta membumikan program-program partai di masyarakat.
Untuk memperkuat hal tersebut, Nana berkomitmen menjalankan lima mantap, yakni, mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program, dan mantap sumber daya yang akan menjadi pedoman kerja DPC ke depan.
“Sebagai kader, saya tegak lurus terhadap perintah partai. Amanah ini berat, tetapi harus dijalankan dengan kerja serius, disiplin, dan loyalitas penuh,” tegasnya.
Johan Wijaya – DRY






