Banjar, Katajurnalis.com.
Perum Bulog Cabang Ciamis mulai melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani pada panen perdana tahun 2026. Penyerapan tersebut dilakukan di lahan pertanian seluas kurang lebih 12 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 20 hingga 30 ton gabah, Sabtu (31/1/26).
Kepala Bulog Cabang Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan panen tersebut merupakan penyerapan gabah pertama di tahun ini yang dilakukan langsung oleh Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Ini merupakan panen pertama tahun ini untuk penyerapan gabah kering panen. Kami akan memaksimalkan penyerapan sesuai target pemerintah guna menyukseskan ketahanan pangan,” ujarnya.
Johan menegaskan, seluruh hasil panen petani di lokasi tersebut akan diserap oleh Bulog. Ia juga memastikan Bulog selalu siap menampung gabah petani, sehingga petani tidak perlu khawatir menghadapi musim panen.
“Kami berharap petani tetap semangat menanam dan memanen padi. Bulog akan selalu siap melakukan penyerapan gabah petani,” katanya.
Sementara itu, salah satu petani di Kota Banjar, Ade Taufik, mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya produktivitas rata-rata hanya sekitar 7 ton per hektare, kini meningkat menjadi sekitar 9 ton per hektare.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Biasanya sekitar 7 ton, sekarang bisa mencapai 9 ton per hektare,” ungkapnya.
Gabah hasil panen tersebut diserap Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Menurut Ade, kehadiran Bulog sangat membantu petani karena sebelumnya gabah hanya dijual ke pabrik-pabrik swasta.
“Sekarang sangat membantu petani. Dulu belum ada Bulog yang menerima, sekarang Alhamdulillah sudah ada Bulog,” katanya.
Ade berharap ke depan pemerintah melalui dinas terkait dapat kembali menyalurkan bantuan sarana pertanian, seperti benih dan alat mesin pertanian, guna meningkatkan kualitas serta produktivitas pertanian.
“Mudah-mudahan ke depan bantuan benih dan traktor bisa diberikan lagi agar hasil pertanian semakin meningkat,” pungkasnya.
Penulis : Cucu Agus Lesmana
Editor : DRY






