Ciamis, Katajurnalis.com.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Abadi, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha peternakan burung puyuh petelur. Program ini mulai menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
Ketua Unit Ternak Puyuh BUMDes Karya Abadi, Sumrodin (55), mengatakan usaha peternakan puyuh tersebut baru berjalan sekitar tiga bulan. Meski masih terbilang baru, tingkat produksi telur puyuh dinilai sudah stabil dan cenderung meningkat.
“Saat ini jumlah puyuh yang kami kelola sekitar 5.000 ekor. Alhamdulillah, setiap hari rata-rata mampu menghasilkan sekitar 48 kilogram telur,” ujar Sumrodin, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam satu kilogram telur puyuh rata-rata berisi sekitar 85 butir. Dengan harga jual di pasaran yang mencapai Rp28.000 per kilogram, usaha ternak puyuh ini dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan desa.
Namun demikian, Sumrodin mengakui biaya operasional yang dikeluarkan juga cukup besar, terutama untuk kebutuhan pakan. Dalam sehari, ribuan burung puyuh tersebut menghabiskan pakan sekitar 1,25 kuintal.
Keberhasilan BUMDes Karya Abadi dalam mengembangkan usaha peternakan puyuh petelur ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Cikaso. Perangkat Desa Cikaso, Dudi Setiadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap inovasi yang dilakukan pengurus BUMDes.
“Kami dari Pemerintah Desa sangat mengapresiasi dan mendukung usaha yang dijalankan BUMDes Karya Abadi. Ini merupakan langkah nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Dudi.
Menurutnya, keberhasilan unit usaha ternak puyuh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan unit usaha lain di desa. “Alhamdulillah, hasilnya sudah terlihat. Ke depan kami berharap populasi puyuh bisa terus ditambah agar manfaat ekonominya semakin besar bagi desa,” pungkasnya.
Joel – DRY






