Banjar, Katajurnalis.com.
Sore hari di bulan Ramadan menghadirkan suasana berbeda di Alun-alun Kota Banjar. Langit mulai meredup, angin bertiup pelan, sementara ratusan warga berdatangan memadati ruang publik yang berada di jantung kota tersebut.
Sejak menjelang senja hingga waktu berbuka puasa tiba, kawasan alun-alun berubah menjadi pusat keramaian. Warga datang untuk ngabuburit, berjalan santai, bercengkerama dengan keluarga, sekaligus berburu beragam takjil yang dijajakan para pedagang.
Letaknya yang strategis membuat Alun-alun Kota Banjar mudah dijangkau masyarakat dari berbagai penjuru. Tidak hanya warga sekitar, para pengguna jalan yang melintas pun kerap menyempatkan diri berhenti untuk membeli hidangan berbuka.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan wangi kolak, es buah, hingga aneka jajanan khas Ramadan memenuhi udara sore. Pemandangan ini seolah menjadi tanda bahwa waktu berbuka tidak lama lagi tiba.
Bagi sebagian warga, datang ke alun-alun saat Ramadan sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.
Salah satunya Dadan, warga Banjar yang mengaku hampir setiap hari datang ke kawasan tersebut untuk mencari menu berbuka puasa.
“Hampir setiap hari saya ke alun-alun ini mencari takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya, Minggu 8 Maret 2026.
Menurut Dadan, tradisi ngabuburit di alun-alun sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Banjar, terutama saat Ramadan.
“Selain bulan puasa sebenarnya alun-alun ini juga sudah ramai. Tapi ketika Ramadan jauh lebih ramai lagi. Ini sudah seperti budaya warga,” katanya.
Ramainya aktivitas warga di sekitar alun-alun juga membawa berkah bagi para pedagang musiman.
Salah seorang penjual makanan di kawasan tersebut, Wawan mengaku pendapatannya meningkat sejak memasuki bulan Ramadan. Beragam menu berbuka yang ia jual selalu laris diserbu pembeli menjelang waktu magrib.
“Alhamdulillah ada naik penghasilan sejak bulan Ramadan,” katanya singkat.
Bagi warga Banjar, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka. Saat Ramadan, tempat ini berubah menjadi ruang kebersamaan tempat orang-orang menunggu azan magrib sambil berbagi cerita, menikmati jajanan, dan merayakan hangatnya suasana bulan suci.
Andriansyah






