Kata Berita

Siaga Bencana, Wali Kota Banjar Minta Perhutani Hentikan Penebangan

×

Siaga Bencana, Wali Kota Banjar Minta Perhutani Hentikan Penebangan

Sebarkan artikel ini

Banjar, Katajurnalis.com.

Dihantui bencana longsor, banjir dan angin puting beliung, Pemerintah Kota Banjar menggelar rapat finalisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) di Aula Bapelitbangga, Senin (8/12/2025). 

Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyebut puncak rawan bencana terjadi hingga Februari 2026 mendatang sehingga berbagai upaya harus dilakukan untuk peningkatan kewaspadaan menghadapi musim rawan bencana.

Sudarsono meminta Perhutani untuk menghentikan sementara aktivitas penebangan pohon di wilayah Kota Banjar guna mencegah potensi longsor, terutama pada daerah dengan kontur tanah rentan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga ancaman utama yang harus diantisipasi, yakni banjir genangan, angin puting beliung, dan longsor. Wilayah kecamatan Banjar dan Langensari disebut sebagai titik rawan puting beliung, sementara Purwaharja, Pataruman, dan  masuk kategori daerah dengan risiko longsor tinggi.

“Ada satu titik yaitu Desa Cibeureum itu termasuk kategori rawan longsor resiko tinggi, “ujar Wali kota.

Sudarsono juga mengingatkan keberadaan Sesar di sekitar Banjar membuat potensi gempa bumi tetap perlu diwaspadai. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada banjir atau angin kencang, tetapi memahami bahwa gempa dapat terjadi tanpa tanda-tanda.

Baca Juga  UMK Jabar 2024 Kota Banjar Paling Rendah, Ini Tanggapan H Sudarsono

Sementara Kepala PElaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, menjelaskan bencana di Kota Banjar umumnya datang secara tiba-tiba dan bersifat singkat sehingga dirasa sulit diprediksi.

Ruhimat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras, mengingat kejadian terakhir hanya berupa genangan, pohon tumbang, dan puting beliung kecil.

“Untuk kota Banjar sendiri saat ini sulit diprediksi akan tetapi kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan, ” Ucapnya.

BPBD juga mengimbau warga untuk memangkas atau menebang pohon besar yang terlalu dekat dengan rumah guna mencegah risiko tumbang saat angin kencang. Pemerintah berharap kolaborasi masyarakat dapat memperkuat mitigasi dan mengurangi risiko bencana.

“Kami hanya menghimbau agar warga masyarakat tetap waspada laporkan setiap ada kejadian yang berpotensi ke arah bencana, ” tandasnya.

Johan Wijaya – ATW