Pangandaran, Katajurnalis.com.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Prabawa Mukti Kabupaten Pangandaran, Agus Teguh Suryaman, menyatakan lima tahun masa kepemimpinannya difokuskan pada pembangunan fondasi perusahaan, baik dari sisi sistem manajemen, teknis pelayanan, maupun penguatan sumber daya manusia (SD
Menurut Agus, sejak awal menjabat ia menitikberatkan pembenahan yang bersifat mendasar ketimbang ekspansi besar-besaran. Langkah tersebut mencakup pembangunan sistem manajemen, penguatan kultur korporat, hingga perbaikan teknis layanan air bersih.
“Selama lima tahun ini kami membangun fondasi perusahaan, membangun kultur korporat, melakukan perbaikan sistem, termasuk di sisi teknis. Banyak hal teknis yang secara bertahap sudah mulai kami benahi,” kata Agus melalui pesan WhatsApp, Ahad, 1 Maret 2026.
Selain pembenahan internal, perusahaan daerah itu juga melakukan pengembangan jaringan serta perluasan cakupan layanan. Namun ekspansi dilakukan secara bertahap dan dalam skala terbatas, menyesuaikan kemampuan keuangan perusahaan.
Agus mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Hingga kini, perusahaan belum memperoleh penyertaan modal dari pemerintah daerah. Meski demikian, operasional dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.
“Walaupun belum ada penyertaan modal dari pemerintah, perusahaan tetap bisa berjalan dan terus memberikan layanan kepada konsumen,” ujarnya.
Dalam kurun lima tahun terakhir, perusahaan mencatat peningkatan jumlah pelanggan, perluasan cakupan distribusi, serta kenaikan penerimaan. Agus menjelaskan, seluruh perputaran keuangan perusahaan ditopang dari pembayaran rekening air pelanggan setiap bulan.
“Peningkatan penerimaan kami peroleh dari perputaran pembayaran konsumen. Dari situ kami melakukan pengembangan dan perbaikan secara bertahap,” kata dia.
Manajemen juga melakukan peningkatan kapasitas SDM. Pejabat struktural hingga staf didorong memahami budaya kerja korporat serta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Upaya tersebut, menurut Agus, bertujuan agar target dan capaian kinerja dapat diukur secara jelas.
Memasuki akhir masa jabatannya, Agus berharap direksi selanjutnya dapat menyempurnakan tata kelola yang dinilai masih perlu diperkuat. Ia menekankan pentingnya inovasi pembiayaan dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).
Menurut dia, peluang kerja sama dengan berbagai pihak terbuka untuk mendukung pengembangan layanan. Ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama dengan kondisi fiskal daerah, dinilai tidak cukup untuk mendorong ekspansi signifikan.
“Direksi selanjutnya perlu mencari terobosan pembiayaan untuk pengembangan. PDAM memungkinkan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengembangan SPAM. Kalau hanya berharap dari APBN atau APBD, apalagi APBD Pangandaran, tentu cukup berat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Agus menilai periode lima tahun kepemimpinannya sebagai fase pembangunan fondasi perusahaan. Ia berharap fondasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi pengembangan layanan air bersih yang lebih luas dan berkualitas di Kabupaten Pangandaran.
Agus Giantoro – DRY






