Kata Berita

Temui Nelayan Pangandaran, Agun Gunanjar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

×

Temui Nelayan Pangandaran, Agun Gunanjar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, Katajurnalis.com.

Anggota MPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa, kembali sosialisasi empat pilar kebangsaan. Kali ini ratusan nelayan Pangandaran menjadi sasaran pemahaman empat pilar kebangsaan di salah satu Hotel di Pangandaran, Minggu (07/12/2025). Agun menyebut kedatangannya kali ini membawa nilai dasar berbangsa dan bernegara. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Agun menegaskan Pangandaran selalu menjadi bagian penting dalam setiap langkah perjuangannya di Senayan. Ia menyebut kehadirannya bukan hanya “pulang kampung”, tetapi memastikan masyarakat nelayan tetap kokoh menjaga nilai kebangsaan.

“Saya ingin Pangandaran tetap menjadi bagian dari kekuatan bangsa dengan memegang teguh Empat Pilar Kebangsaan,” ujarnya.

Agun memaparkan makna setiap pilar secara sederhana, seperti Pancasila sebagai moral bangsa yang menekankan nilai kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong. UUD 1945 sebagai landasan hak dan kewajiban yang menjamin kesejahteraan, termasuk bagi masyarakat pesisir.

“NKRI sebagai harga mati, terutama bagi wilayah pesisir yang rentan terhadap ancaman disintegrasi. Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat keberagaman yang harus dijaga agar terhindar dari konflik horizontal,” tuturnya.

Baca Juga  Suara Ledakan di Sawah Pamarican Hebohkan Warga, Polisi Temukan Lubang Tanah

Agun juga menerima aspirasi para nelayan dan berkomitmen membawa masukan tersebut ke tingkat nasional.

“Saya ingin Pangandaran tidak hanya terkenal sebagai daerah wisata, tetapi juga kuat secara ekonomi pesisir dan sosial nelayannya,” tegasnya.

Agun menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, Empat Pilar bukan sekadar hafalan, tetapi pedoman hidup agar masyarakat mampu menghadapi perubahan zaman.

Sosialisasi ditutup dengan suasana optimistis. Para nelayan merasa mendapat perhatian langsung dari wakilnya di Senayan.

Agun Soroti 13 Tahun Pembangunan Pangandaran

Dalam kesempatan yang sama, Agun menyinggung perjalanan pembangunan Pangandaran sejak berdiri pada 25 Oktober 2012. Ia menilai pembangunan selama 13 tahun belum mencerminkan konsep ekosistem wisata terintegrasi yang dulu ia gagas.

“Pangandaran seharusnya sudah mengalami perubahan besar. Tapi kenyataannya, masih jauh dari yang direncanakan,” tegas Agun.

Menurutnya, kekayaan alam Pangandaran dari laut, sungai, gunung, pertanian hingga situs sejarah—seharusnya dikelola sebagai satu kesatuan ekosistem. Namun pembangunan yang ada saat ini masih sebatas infrastruktur permukaan.

Baca Juga  Bachril Bakri Serahkan Bantuan dan Evaluasi Program Stunting di Kecamatan Jonggol

Agun kembali menawarkan konsep penataan wilayah, mulai dari Kalipucang sebagai pusat distribusi barang dan jasa, hingga Cijulang sebagai sentra pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Pola itu diyakini dapat memperkuat struktur ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti keterhubungan destinasi wisata yang dinilai belum terbangun. Ekosistem wisata, kata Agun, harus menyambungkan Pangandaran dengan Karang Nini, Citumang, Cukang Taneuh, Green Canyon hingga Batu Karas melalui jalur laut maupun jalur sepeda.

Terkait label “Bali-nya Jawa Barat”, Agun menilai Pangandaran belum layak disebut demikian.

“Belum. Banyak fasilitas wisata yang masih tidak terawat. Ada bangunan dan tiang proyek yang dibiarkan berkarat,” ujarnya.

Agun juga menyinggung persoalan hutang daerah yang menurutnya terjadi akibat lemahnya tata kelola dan perencanaan tanpa konsep matang.

Di bagian akhir paparannya, Agun menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi era digital.

“Latih jari, manfaatkan teknologi dan AI. Jangan hanya TikTok atau game. Anak muda harus mampu menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu pekerjaan,” pesannya.

Ntang. SR – DRY