Ciamis, Katajurnalis.com.
Di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden dan telah dinikmati ribuan siswa di berbagai daerah, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah pelosok Kabupaten Ciamis. Puluhan siswa di Kecamatan Banjaranyar dilaporkan belum tersentuh program nasional tersebut.
Ketimpangan distribusi ini mencuat setelah sebuah video di media sosial Facebook viral. Dalam unggahan tersebut, sejumlah siswi SDN 5 Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, mengaku belum pernah menerima makan siang gratis seperti yang diterima siswa di sekolah lain.
Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan berupaya mengonfirmasi pihak SDN 5 Cikupa melalui sambungan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah.
Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Banjaranyar, Apandi, membenarkan masih adanya sekolah yang belum menerima program MBG.
“Betul, siswa di SDN 5 Cikupa memang sampai sekarang belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis. Kami juga belum mengetahui secara pasti kendalanya, apakah karena jumlah siswanya yang hanya 33 orang atau faktor lain,” ujar Apandi kepada Kata Jurnalis, Jumat (16/01/2026).
Ia menjelaskan, sekolah-sekolah lain yang masih berada di wilayah Desa Cikupa sejatinya telah menerima bantuan MBG secara rutin.
Tak hanya di jenjang sekolah dasar, Apandi menyebutkan kondisi serupa juga dialami sekolah lain di Desa Pasawahan. Beberapa lembaga pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga madrasah, disebut belum menikmati program tersebut.
“Di Desa Pasawahan ada TK PGRI Al-Basith dan satu Madrasah Ibtidaiyah yang sampai sekarang belum tersentuh program MBG,” tambahnya.
Sekolah Keluhkan Dugaan Dianaktirikan karena Murid Sedikit
Keluhan juga disampaikan Kepala TK PGRI Al-Basith Pasawahan, Minah Sumiati. Ia mengaku kecewa karena sekolahnya seolah terabaikan dari program unggulan pemerintah pusat.
“Belum ada sama sekali. Padahal sekolah lain di sekitar sini sudah kebagian semua. Mungkin karena siswa kami cuma delapan orang, jadi dianggap tidak penting atau dianaktirikan,” ujar Minah.
Ia mengungkapkan, lokasi sekolahnya tidak jauh dari sekolah dasar yang sudah rutin menerima suplai makanan bergizi. Bahkan, menurut Minah, pihak pengelola dapur MBG sebelumnya sempat datang melakukan survei dan pendataan.
“Waktu pendataan, pihak dapur sempat datang ke sini. Tapi setelah pendistribusian dimulai, sampai sekarang tidak pernah ada jatah untuk kami. Hal yang sama juga dialami MI Ciakar Ciawitali, mereka juga belum menerima sama sekali,” ungkapnya.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tersendatnya distribusi program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
DRY – Joel






