Banjar, katajurnalis.com
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis akan terjadi kemarau panjang tahun 2026 ini. Sekitar 61,5 persen wilayah Indonesia akan dilanda kemarau yang puncaknya akan terjadi di bulan Agustus mendatang. Antisipasi kesulitan air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melakukan berbagai upaya diantaranya yakni pengelolaan sumber daya air.
Satker OP BBWS Citanduy kini tengah melakukan langkah antisipasi dengan mengoptimalkan sistem irigasi yang efisien untuk pertanian serta mengatur penggunaan air sesuai dengan kebutuhan skala prioritas.
“Berbagai upaya kini tengah kami lakukan untuk antisipasi kekurangan air akibat kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena Godzilla El Nino,” kata Kepala Satker OP BBWS Citanduy, Andi Widyanto kepada katajurnalis.com, Senin (20/4/2026).
Andi melanjutkan, warga juga diminta untuk waspada dan mengantisipasinya dengan hemat air bersih. Upaya yang bisa dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih diantaranya dengan menyediakan tempat penampungan air seperti tandon.
“Gunakan air secukupnya untuk aktivitas sehari-hari dan memanfaatkan air bekas mencuci untuk bisa menyiram tanaman agar tetap hijau,” tambah Andi
Dikutip dari berbagai sumber, Godzilla El Nino adalah fenomena di mana suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat drastis. Godzilla El Nino diprediksi melanda Indonesia mulai April hingga Oktober 2026 yang diduga akan memicu kemarau lebih panjang, suhu lebih panas, kekeringan ekstrem, dan meningkatkan risiko kebakaran hutan serta krisis pangan bila tidak dilakukan upaya antispasi.
Aditya TW






