Aceh, Katajurnalis.com.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat bencana di Aceh. Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025, BGN Regional Aceh telah menyalurkan lebih dari 5,05 juta porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga terdampak.
Kepala BGN Regional Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan penyaluran MBG dilakukan melalui skema pengalihan distribusi mulai 26 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026. Bantuan difokuskan kepada para pengungsi di tenda-tenda darurat serta masyarakat yang dapur rumah tangganya tidak dapat digunakan akibat bencana.
“MBG tidak pernah absen mendampingi saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh. Saat dapur warga tidak dapat digunakan, kami memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi,” ujar Mustafa, Kamis (15/1/2026).
Secara total, 5.052.152 porsi MBG telah disalurkan kepada masyarakat di 19 kabupaten/kota terdampak. Distribusi dilakukan melalui 220 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total 537 dapur SPPG yang aktif di Aceh.
Menurut Mustafa, pada fase awal tanggap darurat, kebutuhan MBG sangat tinggi dengan distribusi mencapai 334.181 porsi per hari. Namun, seiring membaiknya kondisi dan berkurangnya jumlah pengungsi, angka distribusi menurun secara bertahap hingga 943 porsi pada penyaluran terakhir, 9 Januari 2026.
“Penurunan ini sejalan dengan kembalinya para pengungsi ke rumah masing-masing atau ke kediaman keluarga, serta semakin sedikitnya wilayah yang membutuhkan layanan,” jelasnya.
Langkah cepat BGN tersebut mendapat apresiasi dari Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin. Ia menilai pengalihan program MBG menjadi intervensi penting untuk melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak, di tengah situasi bencana.
“Kami mengapresiasi peran BGN dalam membantu pemenuhan gizi pengungsi. Dukungan ini diharapkan terus berlanjut hingga masa pemulihan agar kebutuhan gizi anak-anak tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui distribusi MBG, pemerintah tidak hanya merespons kebutuhan darurat, tetapi juga menegaskan komitmen menjaga kesehatan dan ketahanan gizi masyarakat di wilayah yang tengah dilanda krisis akibat bencana alam.
DRY – Sumber : Infopublik.id






