Malaysia, katajurnalis.com.
Bahasa dan budaya Sunda kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) menggandeng Center of Language Studies, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam sebuah penelitian kolaboratif lintas negara pada 16–20 Juni 2026.
Penelitian bertajuk “Exploring Translingual Negotiation Strategies in Online EFL Classrooms: A Comparative Study of Sundanese and Malay Students” ini berfokus pada dinamika penggunaan bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa Inggris oleh mahasiswa Sunda dan Melayu dalam kelas pembelajaran Bahasa Inggris (EFL) berbasis daring.
Kunjungan Akademik dan Penguatan Jejaring ASEAN
Selain riset, tim Unigal juga menggelar academic visit ke kampus UTHM di Johor, Malaysia. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempererat kemitraan strategis kedua perguruan tinggi melalui diskusi ilmiah, pertukaran pengalaman, serta penjajakan kolaborasi lanjutan di bidang linguistik terapan dan multilingualisme.
Tim peneliti Unigal dipimpin oleh Dr. Li. Andi Rustandi, S.Pd., M.Pd. (Ketua Peneliti sekaligus Kepala Lab Bahasa dan Sastra FKIP Unigal), bersama anggota tim yakni:
- Dr. Li Bambang RS, S.S., M.Pd.BI.
- Dr. Bunga Febriani, S.S., M.Hum.
- Wawan Tarwana, S.Pd., M.Hum.
- Etika Rachmawati, S.Pd., M.Pd.
- Serta keterlibatan aktif sejumlah mahasiswa.
Basa Lemes dan Sungkan Jadi Strategi Komunikasi Global
Menggunakan pendekatan Multimodal Conversation Analysis (MCA), penelitian ini menemukan bahwa bahasa Sunda bukan sekadar identitas lokal, melainkan sumber pengetahuan (epistemic resource) yang penting dalam interaksi internasional.
Nilai budaya seperti basa lemes dan rasa sungkan terbukti menjadi strategi komunikasi translingual yang efektif. Konsep ini kemudian berinteraksi dengan nilai budaya Melayu seperti segan, sehingga menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif dan kolaboratif.
“Selama ini bahasa daerah sering dipandang hanya sebagai identitas budaya lokal. Melalui penelitian ini, kami menunjukkan bahwa bahasa Sunda memiliki nilai akademik tinggi. Konsep basa lemes dan sungkan membantu mahasiswa membangun negosiasi makna secara efektif dalam interaksi lintas bahasa,” ujar Dr. Li. Andi Rustandi.
Andi menambahkan, temuan ini membuktikan bahwa kearifan lokal mampu berkontribusi nyata terhadap pengembangan teori dan praktik pembelajaran bahasa Inggris di tingkat global.
Dukungan LPPM Unigal untuk Riset Berdampak Global
Program riset dan kunjungan internasional ini terlaksana berkat dukungan dana dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh melalui Skema Research Collaboration.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada:
- Publikasi di jurnal internasional bereputasi.
- Pertukaran dosen dan mahasiswa antarnegara.
- Pengembangan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal di kawasan ASEAN.
Langkah strategis ini kian mempertegas komitmen Universitas Galuh sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global tanpa kehilangan akar budaya lokal.
Univ. Galuh – Aditya TW






