Ciamis, Katajurnalis.com.
Polsek Pamarican, Polres Ciamis, mengungkap kronologi sebenarnya terkait insiden yang menimpa Ananda Putra Pratama, warga Kecamatan Pamarican, yang harus menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka tembak senapan angin.
Kapolsek Pamarican IPTU Baehaki menegaskan peristiwa tersebut bukan disebabkan peluru nyasar dari pemburu babi hutan seperti yang sempat beredar di masyarakat. Korban diketahui tertembak secara tidak sengaja oleh rekannya sendiri saat mereka berburu bersama.
“Peristiwa ini bukan peluru nyasar pemburu babi. Korban tertembak senapan angin milik temannya ketika berburu burung dan tupai,” ujar Baehaki kepada katajurnalis.com, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan keterangan saksi Bayu, kejadian bermula saat ia bersama korban dan seorang rekan berinisial R pergi berburu ke wilayah Citalem, Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis Minggu (1/2/2026). Ketiganya merupakan teman satu sekolah dan berangkat dari rumah korban dengan membawa dua pucuk senapan angin milik korban.
Setibanya di lokasi, mereka berburu selama sekitar satu setengah jam namun belum mendapatkan hasil. Ketiganya kemudian beristirahat untuk makan bekal sebelum melanjutkan aktivitas berburu.
Insiden terjadi setelah waktu istirahat. Saksi Bayu sempat meminjam senapan yang dipegang R untuk menembak burung, namun tembakannya meleset. Sebelum mengembalikan senapan tersebut, saksi sudah memompa dan mengisi peluru serta mengingatkan bahwa senapan dalam kondisi siap tembak.
Saat kembali berjalan, posisi korban berada di depan, diikuti saksi Bayu di tengah, dan R di bagian belakang. Tak lama kemudian terdengar suara letusan senapan.
“Saksi menoleh dan melihat R merangkak sambil memanggil korban. Ketika melihat ke depan, korban sudah memegangi punggungnya karena kesakitan,” jelas Kapolsek.
Korban Dirujuk hingga Operasi
Mengetahui korban terluka, kedua rekannya segera membawa korban pulang dan sempat memeriksakan ke tenaga kesehatan terdekat. Karena luka dinilai cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kota Banjar dan selanjutnya menjalani operasi di RSHS Bandung.
Baehaki kembali meluruskan informasi yang beredar bahwa kejadian tersebut bukan akibat peluru nyasar pemburu babi, melainkan murni ketidaksengajaan saat berburu.
“Ini murni insiden tidak sengaja dari temannya sendiri saat berburu satwa, bukan peluru nyasar,” tegasnya.
Terkait penanganan kasus, kepolisian telah memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan keluarga pelaku di Aula Desa Neglasari. Namun pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan karena keluarga korban masih fokus mendampingi Ananda di Bandung.
Pihak keluarga pelaku disebut telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kepolisian berencana kembali memfasilitasi pertemuan setelah keluarga korban kembali dari Bandung.
“Kami akan kembali memediasi kedua belah pihak setelah kondisi keluarga korban memungkinkan,” pungkasnya.
Joel – DRY






