Kata Berita

Suzuki Marine Bukber Bareng Nelayan Pangandaran

×

Suzuki Marine Bukber Bareng Nelayan Pangandaran

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, Katajurnalis.com.

Puluhan nelayan di Kabupaten Pangandaran menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Suzuki Marine, Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Koordinator HNSI Kabupaten Pangandaran itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi mesin tempel terbaru bagi para nelayan.

Perwakilan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Pangandaran, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Ridwan Mulyadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Suasana kebersamaan tampak terasa ketika para nelayan berkumpul menjelang waktu berbuka. Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai teknologi mesin tempel terbaru yang diperkenalkan kepada para peserta.

Distributor Suzuki Marine dari PT Adhi Makmur Teknika Cilacap, Hanindyo Wibowo, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan nelayan sekaligus mengenalkan mesin tempel 4 tak yang dinilai lebih efisien dibanding mesin dua tak yang selama ini banyak digunakan.

Menurut dia, mesin Suzuki 20 PK 4 tak memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Konsumsi bahan bakarnya disebut dapat lebih hemat hingga sekitar 40 persen dibanding mesin dua tak.

Baca Juga  Banjir Luapan Citanduy Terus Meluas di Pemukiman dan Jalan Nasional Pangandaran

“Selain lebih hemat bahan bakar, suara mesin juga lebih halus dan getarannya lebih kecil,” kata Hanindyo.

Ia menjelaskan, mesin 4 tak juga lebih praktis dalam perawatan. Mesin tersebut tidak memerlukan campuran oli seperti mesin dua tak. Penggantian oli hanya dilakukan secara berkala.

Penggantian oli pertama dilakukan setelah 20 jam pemakaian, kemudian berikutnya setiap 100 jam. Hal itu berbeda dengan mesin dua tak yang masih memerlukan oli campuran yang harus disiapkan setiap kali digunakan.

Dalam kegiatan tersebut, distributor juga menawarkan harga khusus bagi nelayan Pangandaran sebagai upaya mempermudah akses terhadap teknologi mesin yang dinilai lebih efisien.

Koordinator HNSI Kabupaten Pangandaran, Ade Entik, menyambut baik kegiatan yang mempertemukan produsen mesin dengan nelayan tersebut. Menurut dia, kegiatan semacam ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana bagi nelayan untuk mengenal perkembangan teknologi mesin kapal.

Ia mengatakan nelayan diperkenalkan dua tipe mesin, yakni 15 PK dan 20 PK. Kedua mesin itu bahkan telah diuji coba langsung di perairan Pangandaran.

Baca Juga  Masjid di Banjar Terbakar, Pengajian Anak-Anak Berhamburan Panik

Dari hasil uji coba tersebut, mesin 20 PK dinilai lebih stabil, minim getaran, dan lebih hemat bahan bakar.

“Mesin 20 PK ini lebih irit, suaranya lebih halus dan tidak terlalu bergetar. Tenaganya juga bagus,” ujar Ade.

Ia berharap nelayan Pangandaran ke depan dapat menggunakan mesin yang lebih efisien sehingga biaya operasional melaut dapat ditekan.

Agus Giantoro