Banjar, katajurnalis.com.
Guna meningkatkan serta memberikan pengalaman belajar langsung di luar ruangan untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktek nyata, Madrasah Ibtidaiyah MI 2 Kota Banjar mengunjungi Pendopo Walikota Banjar, Senin (27/4/2026). Kedatangan puluhan siswa kelas 3 itu, disambut langsung oleh Wakil Walikota Banjar, KH Supriana didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar.
Menurut Kepala Sekolah MI 2, Hj Ema Julaeha mengatakan kegiatan belajar di luar kelas (Outing Class) ini juga memiliki tujuan meningkatkan pemahaman materi serta menumbuhkan kreativitas dan interaksi sosial siswa.
“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi pembelajaran siswa agar mereka dapat membuktikan teori yang dipelajari di sekolah secara langsung di lapangan serta merupakan Pembelajaran Kontekstual untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, kontekstual, dan aplikatif,” ucap Ema Julaeha kepada katajurnalis.com.
Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Walikota Banjar, KH Supriana yang menyambut dengan antusias kedatangan siswa MI 2 Banjar tersebut. Supriana menyebut kegiatan Outing Class merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan interaksi, kerja sama, dan komunikasi antar siswa maupun dengan lingkungan sekitar.
“Saya apresiasi kegiatan Outing Class ini yang bisa mengurangi kejenuhan belajar di kelas dan meningkatkan motivasi belajar melalui suasana baru sekaligus meningkatkan kemampuan interaksi, kerja sama, dan komunikasi antar siswa maupun dengan lingkungan sekitar,” ucap Wakil Walikota Banjar.
Di Pendopo siswa mendapat wawasan dan pengetahuan terkait sejarah dan budaya Kota Banjar. Beberapa siswa tampak antusias memberi jawaban saat Wakil Walikota memberikan sejumlah pertanyaan seputar Kota Banjar.

Umpan balik juga diterima antusias oleh Wakil Walikota ketika empat siswa mengajukan pertanyaan sejarah Kota Banjar.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah menggelar kegiatan pembelajaran di Pendopo, hal ini akan menambah kecintaan, pengetahuan dan wawasan siswa terhadap Kota Banjar,” tambah Wakil Walikota.
KH Supriana berharap pihak sekolah khususnya guru agar lebih semangat menghadapi tantangan dinia pendidikan. Kepala sekolah hingga guru dituntut lebih fokus terhadap pendidikan adab dan norma kepada siswa.
“Transfer of Knowledge saat ini mudah dilakukan karena sudah banyak media belajar yang bisa diakses oleh siswa, namun transfer of Value itu lebih sulit karena harus diberikan contoh teladan dimulai dari kepala sekolah dan gurunya,” tandas Wakil Walikota.
Wakil Walikota menyebut, tujuan pendidikan itu tidak hanya soal mentransfer ilmu, tetapi mengintegrasikan antara mentransfer ilmu pengetahuan dengan mentransfer nilai adab agar tercipta generasi yang intelektual dan berakhalakul karimah.
Aditya TW






