BANJAR – KATAJURNALIS.COM.
Dinas Kesehatan Kota Banjar secara resmi meluncurkan program tahunan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026. Kegiatan krusial dalam pembangunan kesehatan anak ini dipusatkan di SDN 8 Kota Banjar, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pelaksanaan BIAS 2026 itu menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Banjar dalam memberikan perlindungan dan kekebalan spesifik bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap berbagai penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, suasana di SDN 8 Kota Banjar tampak penuh antusiasme. Ratusan siswa-siswi kelas beserta guru pendamping telah bersiap mengikuti BIAS 2026.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Saifuddin. menegaskan kegiatan imunisasi anak sekolah tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi penerus di Kota Banjar.
“BIAS hadir sebagai imunisasi lanjutan untuk memastikan anak-anak kita tetap memiliki daya tahan tubuh yang optimal saat beraktivitas di lingkungan sekolah dan maupun di lingkungan rumah,” ujar Saifuddin kepada katajurnalis.com.

Saifuddin menambahkan, pelaksanaan BIAS 2026 di Kota Banjar menargetkan seluruh anak usia sekolah dasar atau sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta, hingga anak-anak yang belum atau tidak mengenyam pendidikan formal melalui jaringan pelayanan kesehatan terdekat.
“Target kami adalah mencapai cakupan imunisasi lebih dari 95 persen di seluruh wilayah Kota Banjar. Hal ini sangat penting untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok yang solid, sehingga tidak ada lagi celah bagi penularan penyakit-penyakit berbahaya seperti Campak, Rubella, Difteri, Tetanus, hingga Kanker Serviks di masa mendatang,” tegasnya.
Saifuddin melanjutkan agar seluruh orang tua mendukung penuh program BIAS 2026 ini. Imunisasi adalah hak dasar anak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.
“Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu bohong atau hoaks seputar vaksinasi yang tidak teruji secara ilmiah. Semua vaksin yang digunakan dalam BIAS dijamin aman, halal, dan telah melalui uji klinis BPOM,” pungkas Saifuddin.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar, Dedi Suardi menyebut, kegiatan BIAS ini merupakan kolaborasi yang sangat bermanfaat demi Kesehatan generasi penerus terutama di kalangan anak sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan BIAS ini yang sangat bermanfaat untuk menjaga imunitas anak terutama ketika berkegiatan di lingkungan sekolah,” ucap Dedi.
Kepala Dinas Pendidikan menegaskan sebelum pelaksanaan BIAS di seluruh sekolah, sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi intensif kepada para orang tua murid melalui surat pemberitahuan resmi serta pertemuan paguyuban orang tua melalui sekolah.
“Sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi ke orang tua siswa,” tambah Dedi.
Pelaksanaan BIAS 2026 di SDN 8 Kota Banjar berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan. Petugas kesehatan dari Puskesmas yang diterjunkan secara khusus menerapkan pendekatan yang ramah anak (child-friendly approach) untuk mengurangi kecemasan siswa saat disuntik.
Sebelum tindakan imunisasi dilakukan, para tenaga medis terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan singkat (screening) terhadap para siswa. Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh, riwayat alergi, serta memastikan anak dalam kondisi fisik yang sehat dan fit.
Beberapa siswa yang mulanya tampak ragu dan takut akhirnya tersenyum lega setelah selesai diimunisasi. Dukungan moral dari para guru serta pendampingan langsung dari jajaran Dinas Kesehatan turut menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Layanan BIAS Terintegrasi: Sekolah, Posyandu, dan Puskesmas
Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh Saifuddin adalah kemudahan akses dan jangkauan layanan BIAS 2026. Meskipun sasaran utamanya dilaksanakan secara langsung di lingkungan sekolah dasar (SD/MI), Pemerintah Kota Banjar juga menyiapkan mekanisme pelayanan di luar sekolah guna memastikan tidak ada satupun anak yang terlewat.
Pelayanan BIAS 2026 didistribusikan melalui tiga sarana utama:
1. Pelaksanaan Pos Sekolah (SD/MI/Sederajat)
Merupakan moda utama pelaksanaan di mana tim medis Puskesmas mendatangi langsung sekolah-sekolah untuk menyuntikkan vaksin kepada seluruh siswa yang menjadi sasaran sesuai tingkatan kelas.
2. Posyandu
Diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah (anak jalanan/putus sekolah) atau bagi anak-anak yang pada hari H pelaksanaan di sekolah sedang berhalangan hadir (sakit/izin).
3. Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu)
Menjadi fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) penjangkauan lanjutan (sweeping). Orang tua murid yang anaknya belum sempat mendapatkan imunisasi di sekolah dapat membawa anaknya secara mandiri dan gratis ke Puskesmas terdekat sesuai domisili.
Jenis Vaksin dan Kelompok Sasaran BIAS 2026
Program BIAS yang dilaksanakan secara nasional, termasuk di Kota Banjar pada bulan Agustus hingga November 2026 ini, mencakup beberapa jenis imunisasi penting:
- Vaksin Campak-Rubella (MR): Diberikan kepada siswa-siswi kelas 1 SD/sederajat untuk melindungi dari bahaya penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, radang otak, hingga kecacatan permanen.
- Vaksin Human Papillomavirus (HPV): Diberikan khusus kepada siswi perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan kelas 6 (dosis kedua) sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks).
- Vaksin DT (Diphtheria Tetanus) & Td (Tetanus Diphtheria): Diberikan kepada siswa kelas 1 (DT) serta kelas 2 dan kelas 5 (Td) untuk memperkuat perlindungan terhadap infeksi bakteri Difteri dan Tetanus.
Aditya TW






