Kota Banjar, katajurnalis.com.
Dampak musim kemarau mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kota Banjar. Warga di RT 01 dan RT 06 RW 18 Pangadegan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, dilaporkan telah mengalami krisis air bersih selama satu bulan terakhir akibat mengeringnya sumber-sumber air warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi yang kian memprihatinkan. Setiap hari, banyak warga terpaksa mengantre di salah satu sumur yang masih menyisakan sedikit air. Dengan membawa jeriken dan galon, mereka rela menunggu giliran demi mendapatkan beberapa liter air untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti memasak dan minum serta kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Merespons kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menyatakan kesiapannya untuk segera menyalurkan bantuan distribusi air bersih kepada warga yang terdampak. Dua armada truk tangki air bersih telah disiagakan dan siap diterjunkan langsung ke titik pemukiman warga.
“Kami siap membantu warga untuk mendapatkan air bersih, armada kami selalu siap meluncur ke lokasi yang membutuhkan air bersih,” ucap Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede melalui Satker OP, Andi Widyanto saat dikonfirmasi.
BMKG Rilis Peringatan Waspada Karhutla
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah merilis peringatan dini terkait potensi bahaya yang menyertai musim kemarau tahun ini. BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi vegetasi yang mengering ditambah embusan angin kencang di musim kemarau dinilai sangat rawan memicu kobaran api yang cepat meluas. Dalam imbauan resminya terkait musim kemarau, BMKG meminta masyarakat untuk :
– Menghemat penggunaan air bersih guna mengantisipasi masa kekeringan yang lebih panjang.
– Hindari membuka lahan dengan cara dibakar** karena dapat dengan cepat memicu karhutla.
– Tidak membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di dekat area yang mudah terbakar.
Pemerintah daerah setempat melalui BPBD disebut tengah mempersiapkan upaya penyaluran air bersih. BPBD Kota Banjar mengaku sudah berkoordinasi dengam PDAM Tirta Anom untuk meminjam tandon yang nantinya digunakan untuk penampungan air bersih.
Pemkot Banjar bersama instansi terkait saat ini terus berkoordinasi untuk memetakan wilayah-wilayah lain di Kota Banjar yang berpotensi mengalami krisis serupa guna mempercepat penyaluran bantuan.
Aditya TW






