Kota Banjar, katajurnalis.com.
Menyusul ratusan kepala keluarga di Pangadegan, RW 18 Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, BPBD setempat mengaku sudah menerima laporan dari warga melalui kelurahan. Kalak BPBD Kota Banjar, Ruhimat mengatakan pihaknya kini tengah melalukan persiapan untuk penyaluran air bersih.
“Tim sudah turun ke lapangan dan melakukan assessment, hasilnya bantuan air bisa dilakukan tapi menunggu tempat penampungan yang disediakan warga setempat,” kata Ruhimat kepada katajurnalis.com melalui pesan singkat Whatsapp.
Hal senada diungkapkan oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana yang mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM Tirta Anom untuk meminjam tandon berukuran besar.
“Kami sudah berkomunikasi dengan staf PDAM untuk meminjam tandon yang nantinya digunakan untuk tempat penampungan air,” ucap Yudi, Kamis (16/7/2026).
Sementara ketua RW 18, Samsu mengatakan warga saat ini sudah sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK). Pihaknya sudah menyiapkan sumur untuk menampung pasokan air dari BPBD.
“Kami sudah melaporkan kekurangan air bersih ini dan salah satu sumur warga siap digunakam untuk penampungan air,” kata Samsu.
Kondis warga diperparah oleh belum masuknya jaringan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom dan rusaknya bantuan mesin pompa air di sumur bor bantuan pemerintah.
“Air di sumur bor memang masih ada tapi tidak bisa diambil karena mesin pompa rusak,” tambah Samsu.
BMKG Rilis Dampak Kemarau akibat Fenomena El Nino
BMKG menyebut musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan memiliki durasi lebih panjang daripada kondisi normal akibat fenomena El NiƱo. Puncak musim kemarau diperkirakan terjad bertahap pada Juli hingga September dengan porsi terbesar (48,84%) berada di bulan Agustus.
BMKG mengingatkan tingginya risiko <ekeringan meteorologis, krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahar (karhutla). Pada masa puncak kemarau nanti masyarakat diimbau mewaspadai lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat udara kering dan debu.
Aditya TW






