Ciamis, katajurnalis.com.
Puluhan rumah di dua dusun di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, rusak akibat pergerakan tanah. Lantai dan dinding rumah warga amblas hingga kedalaman lebih dari 40 sentimeter. Akibatnya 195 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan sebagian ke pos pengungsian yang disediakan oleh pemerintah desa setempat.
BPBD Ciamis merilis, sebanyak 56 rumah warga di dusun Limusagung dan dusun Pamekaran, Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan rusak dengan kategori 9 rusak berat, 5 rusak sedang, 35 rusak ringan dan 7 rumah lainnya terdampak.
Khawatir kondisi semakin parah, warga memilih mengungsi karena memang rumah mereka sudah tidak layak huni dan mengancam keselamatan. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat mereka dan Sebagian lainnya ke pos pengungsian.
“Peristiwa ini sudah terjadi sejak 2 hari lalu dan kini kondisinya semakin parah, kami sudah siapkan posko pengungsian bagi warga yang tidak mengungsi ke rumah kerabat mereka,” kata Kepala Desa Payungagung, Muhammad Haris Nasution kepada katajurnalis.com, Kamis (13/11/2025).
Haris menyebut, bencana alam pergerakan tanah ini sudah beberapa kali terjadi dan kali ini yang paling parah. Retakan dan amblas tanah mencapai kedalaman lebih dari 40 sentimeter. Bahkan beberapa rumah sudah tampak miring karena dindingnya amblas dan retak.
Pihak Pemdes setempat dibantu warga melakukan ronda malam keliling kampung untuk memastikan keselamatan warga. Pemdes menghimbau agar warga tetap tenang namun waspada terhadap pergerakan tanah susulan. Kondisi serupa juga terjadi di dusun Sukaraja, Desa Andapraja, Kecamatan Rajadesa
Aditya TW






