Pangandaran, Katajurnalis.com.
Menjelang lonjakan wisatawan pada libur Lebaran, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran memperkuat pengelolaan pintu masuk kawasan wisata. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan tiket sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Kepala Bidang Retribusi Bapenda Kabupaten Pangandaran, Bagus Winahyu, mengatakan pihaknya menambah personel untuk mengantisipasi meningkatnya arus pengunjung selama masa libur panjang.
“Saat ini personel yang tersedia sebanyak 98 orang. Kami menambah sekitar 86 personel bantuan dari bidang lain untuk memperkuat pelayanan di pintu masuk objek wisata,” kata Bagus Winahyu pada Jumat, 13 Februari 2026.
Selain menambah sumber daya manusia, Bapenda juga memperkuat sarana penarikan retribusi. Perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang sebelumnya disimpan sebagai cadangan kini didistribusikan ke seluruh pintu masuk wisata agar proses transaksi tiket berlangsung lebih cepat.
Menurut Bagus, langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensi antrean kendaraan wisatawan di gerbang masuk.
“Peralatan yang sebelumnya berada di cadangan kami keluarkan seluruhnya ke pintu wisata, sehingga transaksi bisa lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang,” ujarnya.
Bapenda juga menambah persediaan kertas thermal untuk memastikan proses pencetakan tiket berjalan lancar selama masa libur Lebaran.
Di sisi lain, petugas turut membersihkan area sekitar pintu masuk wisata agar wisatawan mendapatkan kesan nyaman sejak pertama kali tiba di kawasan wisata Pangandaran.
Bagus menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 13 pintu masuk objek wisata yang dikelola Bapenda. Pintu tersebut tersebar di sejumlah destinasi wisata utama.
Di kawasan Karapyak terdapat satu pintu masuk, objek wisata Pangandaran lima pintu, Batu Hiu tiga pintu, Green Canyon satu pintu, Batu Karas dua pintu, dan Madasari satu pintu.
“Totalnya ada 13 pintu masuk yang kami kelola,” kata Bagus.
Ia berharap penguatan personel dan peralatan tersebut mampu mempercepat pelayanan di pintu masuk wisata sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata selama libur Lebaran.
“Harapannya target PAD dapat tercapai seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Di sisi lain, wisatawan juga merasa nyaman karena pelayanan semakin cepat dan tertib,” ujarnya.
Agus Giantoro






