Ciamis, katajurnalis.com
Zakat merupakan salah satu rukun islam. Zakat yakni bagian tertentu yang wajib dilaksanakan bila telah mencapai syarat yang telah ditentukan. Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, kembali viral setelah ikon desa estetisnya dibangun oleh komunitas pengusaha.
Kini komunitas pengusaha yang tergabung dalam Remaja Peduli Kampung Halaman (Replika) melakukan penyaluran zakat dengan nilai fantastis mencapai Rp 2,6 miliar untuk 1.213 warga Desa Sukamulya.
Presiden Replika, H Abun menyebut uang zakat yang terkumpul itu berasal dari 40 orang pengusaha asal Desa Sukamulya. Bahkan pelaksanaan zakat tersebut sudah dilakukan rutin selama 15 tahun. Zakat diberikan kepada warga layak menerima seperti dhuafa dan lansia.
“Pengumpulan dan penyaluran zakat ini sudah rutin dilakukan sejak 15 tahun lalu setiap menjelang Idul Fitri, kami berikan untuk 1.200 warga Desa Sukamulya,” kata H Abun kepada katajurnalis.com, Selasa (17/3/2026).
H Abun mengatakan pemberi zakat adalah warga Desa Sukamulya yang menjadi pengusaha di luar daerah. Komunitas Replika menjadi wadah warga Sukamulya yang merantau di luar kota untuk saling membantu warga tidak mampu di kampung halaman.
Proses pengumpulan zakat dilakukan oleh pemuda setempat di sekretariat Replika. Usai terkumpul, uang zakat langsung dibagikan secara merata kepada warga yang berhak.
H Abun menyebut, dana zakat tersebut dibagikan dua tahap dan tidak hanya untuk dibagikan menjelang lebaran saja, namun saat bulan Muharam dengan menggelar Khitanan massal gratis dan beasiswa untuk 150 warga yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Selain saat menjelang lebaran dan khitanan massal, dana zakat itu juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial lain seperti kebutuhan warga yang sakit dan warga yang berada di pondok pesantren,” tambah H Abun.
H Abun berharap, komunitas Replika bisa terus konsisten menjalin persaudaran sesama pengusaha untuk mensejahterakan warga dan membangun kampung halaman.
“Saya berharap Replika bisa terus bertahan dan apa yang kami lakukan bisa menjadi contoh bagi warga lain khususnya mereka yang memiliki usaha,” pungkas H Abun.
Beberapa waktu lalu, Desa Sukamulya viral di berbagai platform media sosial lantaran gerbang masuk hingga pelosok desa tertata rapi. Infrastruktur modern dan estetis terlihat sepanjang jalan desa hingga menghabiskan biaya puluhan miliar.
Pembangunan desa tersebut berasal dari dana urunan para pengusaha Replika dan Gaspoll.
Aditya TW






