Kata BeritaKata Pendidikan

Wujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana, PKBM Cemara bersama BPBD Kota Bogor Gelar Kesiapsiagaan Bencana

×

Wujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana, PKBM Cemara bersama BPBD Kota Bogor Gelar Kesiapsiagaan Bencana

Sebarkan artikel ini

Bogor, katajurnalis.com

Guna mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), PKBM Cemara menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama BPBD Kota Bogor di kawasan kantor BPBD, Senin (22/6/2026).  Puluhan siswa dan Tutor PKBM tampak antusias menyimak materi kebencanaan yang disampaikan oleh petugas BPBD.

Materi kesiapsiagaan bencana mencakup empat pilar utama yakni pemahaman risiko, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan pelatihan atau simulasi. Pengetahuan ini dirancang untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda saat kondisi darurat terjadi.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mewujudkan satuan pendidikan aman bencana, nantinya baik siswa maupun guru mampu memahami langkah yang harus dilakukan bila terjadi bencana alam seperti gempa,” ucap Yeni, Tutor pendamping PKBM Cemara.

Yeni menyebut Kota Bogor merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana alam sehingga satuan pendidikan sudah seharusnya melakukan langkah kesiapsiagaan bencana alam.

Petugas BPBD memberikan pengenalan ancaman dan risiko dengan identifikasi jenis bencana di sekitar sekolah seperti gempa bumi, banjir, atau tanah longsor. Pemetaan jalur rawan dan zona evakuasi juga dipaparkan petugas agar siswa dan guru mampu menyelamatkan diri.

Baca Juga  Kampung Tertimbun Longsor, 3 Orang Tewas dan 20 Orang Hilang

“Semua materi yang menyangkut bencana alam kita berikan termasuk cara menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain,” kata Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko.

Kemudian materi menyusun rencana darurat yakni langkah sistematis saat bencana terjadi dengan pembagian peran siswa dan guru. Dokumen penting seperti ijazah dan data siswa juga menjadi salah satu fokus guru untuk diselamatkan.

Sistem peringatan dini dengan pemahaman mengenai sirine, rambu-rambu bencana, aplikasi peringatan dari instansi resmi seperti BMKG dan komunikasi darurat tidak luput disampaikan petugas.

Pelatihan tersebut semakin dirasa seru ketika siswa dan guru melakukan simulasi penanganan bencana alam di lingkungan pendidikan seperti menyelamatkan diri dan upaya penyelamatan orang lain saat dan usai terjadi gempa bumi.

Aditya TW