Kata Berita

Meriahkan HUT RI 81, Pemkot Banjar Gelar Pawai Alegoris

×

Meriahkan HUT RI 81, Pemkot Banjar Gelar Pawai Alegoris

Sebarkan artikel ini

Banjar – katajurnalis.com.

Berbagai cara dilakukan untuk memperingati sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81. Di Kota Banjar, pemerintah setempat menggelar pawai alegoris di jalan Letjen Suwarto, Selasa (18/8/202). Pawai ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat desa/kelurahan serta sekolah, mengirimkan tim terbaik mereka untuk ditampilkan di hadapan Wali Kota Banjar dan jajarannya.

Mengusung tema “Ngigelan Jaman, Motekar Pikeun Masagi”, seluruh tim tampil dengan beragam kostum hingga kendaraan yang dihias dengan berbagai ornamen. Kostum yang dikenakan oleh peserta pawai juga tergolong unik dan berbeda dari biasanya.

Warga mengaku pawai alegoris ini selalu menarik perhatian dan menjadi hiburan. Mereka rela menunggu di depan panggung utama untuk melihat penampilan setiap tim. 

“Setiap tahun kalau pawai alegoris digelar, saya selalu menonton bersama anak karena seru bisa lihat banyak penampilan kostum yang lucu,” ucap Dedeh, warga Sukamanah, Kelurahan Pataruman.

Sementara Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, mengaku tema tersebut memiliki makna yang menggambarkan cara dan langkah kreatif dalam menghadapi perubahan zaman. Masagi sendiri menjadi tujuan akhir yakni terwujudnya kesejahteraan bersama.

Baca Juga  Antisipasi Banjir, BBWS Citanduy Operasi Bersih Sungai Ciroas

“Motekar itu bagaimana kita mempunyai cara kreatif dalam menghadapi perubahan zaman sedangkan Masagi adalah kesejahteraan bersama,” kata Sudarsono.

Sudarsono menyebut, pawai alegoris ini tidak hanya sekedar memeriahkan hari kemerdekaan saja, namun menjadi momentum peningkatan ekonomi warga khususnya pelaku UMKM

“Banyaknya penonton menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menjajakan dagangannya dan ini bisa meningkatkan ekonomi,” tambah Sudarsono.

Sudarsono menambahkan, Pawai Alegoris ini bukan sekedar peringatan hari kemerdekaan saja, namun Melalui semangat “Banjar Motekar, Banjar Masagi”, Kota Banjar diharapkan terus bergerak menghadapi perubahan zaman.

 “Pawai boleh selesai, gerakannya jangan, artinya semangat kreativitas, kolaborasi, kerja keras dan keberanian untuk berusaha harus terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir,”tandas Sudarsono.

Aditya TW