Ciamis, katajurnalis.
Akibat musim kemarau yang belum berakhir, ratusan jiwa di Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican kini mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Pemerintah desa setempat mencatat, dari 1.649 Kepala Keluarga (KK), kisaran 40 persen KK kini kesulitan air bersih.
“Sudah beberapa bulan ini musim kemarau dan membuat sumur warga mengering sehingga 40 persen dari 1.649 kepala keluarga kini kesulitan air bersih,” kata Kepala Desa Margajaya, Eso Syamsudin kepada katajurnalis.com, Kamis (27/8/2026).
Atas permintaan warga, Jajaran Polsek Pamarican mulai mendistribusikan bantuan air bersih. Proses pengiriman sudah dilakukan sejak awal pekan ini dan menggunakan dua buah toren yang diangkut kendaraan polsek.
“Terdapat 14 desa di Kecamatan Pamarican dan Desa Margajaya yang paling terdampak kekeringan, atas permintaan warga kami mulai melakukan pengiriman air bersih menggunakan dua unit mobil polsek,” ucap Kapolsek Pamarican, Iptu Baehaki.

Kapolsek Pamarican menyebut, air bersih didapatnya dari sumber air yang masih melimpah yakni dari kantor Balai Benih Udang Galah (BBUG) Angsana Pamarican. Meski lokasi penyaluran air bersih terbilang cukup jauh, namun Kapolsek Baehaki mengaku tetap melayani permintaan warga.
“Tidak ada kendala berarti, meski jauh dari tempat sumber air yang kami ambil, namun semua jajaran polsek tetap semangat,” tambah Iptu Baehaki.
Baik pemerintah desa maupun polsek berharap, musim kemarau segera berganti musim hujan agar sumber mata ari warga kembali normal. Kepala Desa Eso Syamsudin berharap pihak terkait bisa memberikan bantuan sumur bor.
“Semoga bisa didengar sampai Pak Gubernur, kami butuh bantuan air bersih terutama sumur bor agar musim kemarau nanti kami tidak kesulitan air lagi,” tanda Kades Eso.
Aditya TW






