Kata Berita

Terdampak Kemarau, Lebih dari 24 Ribu Jiwa Kini Bergantung pada Bantuan Air Bersih

×

Terdampak Kemarau, Lebih dari 24 Ribu Jiwa Kini Bergantung pada Bantuan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Banjar – katajurnalis.com.

Akibat musim kemarau, sebanyak 24.931 jiwa atau 6.784 Kepala Keluarga (KK) di 7 kota kabupaten di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah kini mengalami krisis air bersih.Petugas gabungan dari BBWS Citanduy, BPBD, PMI, TNI Polri hingga relawan kini intensif salurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. 

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Citanduy terus mempercepat penanganan bencana kekeringan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pembaruan data hingga Rabu kemarin (19/8/2026) pukul 15.50 WIB, sebanyak 319.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga yang terdampak.

“Sesuai arahan Dirjen Sumber Daya Air yaitu cari, temukan dan eksekusi untuk mencari Lokasi yang membutuhkan air bersih, kami bekerjasama dengan banyak pihak untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” ucap Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede kepada katajurnalis.com, Kamis (20/8/2026).

Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede didampingi Satker OP, Andi Widyanto dan Kepala bidang KPISDA, Ary widyo nugroho.

Roy menambahkan selain distribusi air bersih menggunakan truk tangki, BBWS Citanduy juga kembali mengaktifkan sumur bor di lokasi yang kesulitan air. Sumur bor disebut efektif untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Baca Juga  Antisipasi Banjir, BBWS Citanduy Operasi Bersih Sungai Ciroas

Sementara untuk penanganan irigasi, BBWS Citanduy menerapkan sistem gilir air guna mengantisipasi potensi kekeringan pada Musim Tanam (MT) II di Daerah Irigasi (D.I.) Lakbok Utara.

Langkah strategis ini diambil untuk mengamankan pasokan air pertanian seluas 6.219 hektare yang membentang di wilayah Kabupaten Ciamis (4.741,72 Ha) dan Kota Banjar (1.477,65 Ha).

“Masyarakat agar lebih hemat menggunakan air dan bagi petani agar kompak menggunakan air sesuai waktu gilir air yang telah disepakati,” tambah Roy.

Berdasarkan infografis Kilas Data Penanganan Kekeringan BBWS Citanduy, program bantuan ini telah melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 46 kali frekuensi pengiriman menggunakan armada truk tangki.

Penyaluran air bersih tersebut tersebar di 7 Kota/Kabupaten, mencakup 17 Kecamatan dan 30 Desa yang terbagi dalam dua wilayah provinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Wilayah Jawa Barat

Di Jawa Barat, total volume pengiriman mencapai 159.000 liter yang mendistribusikan air ke 26 titik lokasi di 5 Kabupaten/Kota, 12 Kecamatan, dan 21 Desa. Rincian sebarannya meliputi:

  • Kota Tasikmalaya: 10 Lokasi (64.000 liter)
  • Kabupaten Pangandaran: 10 Lokasi (60.000 liter)
  • Kabupaten Ciamis: 4 Lokasi (25.000 liter)
  • Kota Banjar: 1 Lokasi (5.000 liter)
  • Kabupaten Tasikmalaya: 1 Lokasi (5.000 liter)
Baca Juga  Disparbud Akui Tidak Tahu Keberadaan Sampah Dapur Bambu di Pantai Barat

Wilayah Jawa Tengah

Sementara itu, untuk wilayah Jawa Tengah, total volume pengiriman tercatat sebanyak 160.000 liter yang disalurkan ke 20 titik lokasi di 2 Kabupaten, 5 Kecamatan, dan 9 Desa. Rincian sebarannya meliputi:

  • Kabupaten Cilacap: 11 Lokasi (95.000 liter)
  • Kabupaten Banyumas: 9 Lokasi (65.000 liter)

Masyarakat yang wilayahnya mengalami krisis air bersih diimbau untuk segera melaporkan kondisi terkini agar bantuan armada tangki air dapat langsung ditindaklanjuti.

Untuk memastikan respon cepat di lapangan, BBWS Citanduy mengusung jargon “Cari, Temukan, Eksekusi” dan membuka layanan aduan masyarakat melalui Hotline Siaga Bencana Kekeringan di nomor 0822-6003-0381.

Aditya TW