Ciamis-katajurnalis.
Musim kemarau tahun 2026 membawa dampak kekeringan yang cukup parah di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Ciamis mencatat sedikitnya 14.847 jiwa yang tersebar di 31 desa dari 17 kecamatan kini mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menyikapi kondisi tersebut, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, BBWS Citanduy, PMI, hingga para relawan bergerak cepat secara intensif mendistribusikan bantuan air bersih langsung ke pemukiman warga menggunakan armada truk tangki.
Bantuan air bersih ini disalurkan ke berbagai titik krusial, mulai dari bak penampungan darurat di perkampungan hingga fasilitas umum seperti masjid.
Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar, mengatakan langkah antisipasi yang dilakukan petugas gabungan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi harian warga.
Guna mencegah potensi bencana ikutan, petugas juga memetakan wilayah rawan dan mulai membangun sumur bor sebagai sumber air darurat untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
“Kami tidak hanya fokus pada penyaluran air bersih untuk kebutuhan harian warga. Petugas gabungan saat ini juga mulai membuat sumur bor di beberapa lokasi yang dinilai sangat rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (karhutla),” kata Kapolres Eko Iskandar saat memantau distribusi air di lapangan, Senin (31/8/2026).
Pemerintah daerah bersama pihak Kepolisian dan instansi terkait terus menghimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan cadangan air yang ada serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang memicu percikan api di lahan-lahan kering selama puncak musim kemarau ini berlangsung.
Aditya TW






