Kata Berita

Sambut HUT RI 81, Warga Ciamis Padukan Semangat Kemerdekaan dengan Ketahanan Pangan

×

Sambut HUT RI 81, Warga Ciamis Padukan Semangat Kemerdekaan dengan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Warga RT 26 Dusun Cikawung, Desa Cintaratu sambut HUT RI dengan menghiasi kampung memanfaatkan limbah galon air

Ciamis, katajurnalis.com

Kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa sangat berbeda dan unik di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jika biasanya semarak kemerdekaan identik dengan pernak-pernik serba beli atau hiasan plastik sekali pakai, warga di Dusun Cikawung, RT 26, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, justru memilih jalur yang ramah lingkungan sekaligus produktif.

Sepanjang jalan kampung di wilayah tersebut kini tampak asri, rapi, dan penuh warna. Pemandangan ini hadir berkat inisiatif warga yang memanfaatkan ratusan galon bekas air mineral untuk dijadikan pot tanaman sayuran dan tanaman hias. Tak main-main, dalam satu lingkup RT saja, tercatat ada lebih dari 750 galon bekas yang berhasil diolah dan ditata dengan sangat apik di kanan dan kiri jalan.

Aksi gotong royong yang memadukan semangat nasionalisme, kepedulian lingkungan, dan ketahanan pangan lokal ini mendadak menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar dan viral di media sosial.

Gotong Royong dan Swadaya Murni Masyarakat

Pemandangan unik ini merupakan buah dari kerja keras dan kekompakan warga RT 26 Dusun Cikawung. Selama kurun waktu satu pekan penuh, warga dari berbagai kalangan mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga pemuda menyelesaikan proyek pemandangan hijau ini.

Proses pengerjaan diawali dengan pengumpulan galon air mineral bekas yang dikumpulkan secara bertahap. Setelah terkumpul, galon-galon tersebut dipotong, dibentuk, dan dipoles menggunakan cat berwarna-warni. Bervariasinya warna cat dan pola lukisan pada galon bekas memberikan kesan ceria di sepanjang gang dan jalan utama kampung.

Galon bekas yang disulap menjadi ornamen HUT RI sekaligus pot sayuran

Ketua RT 26 Dusun Cikawung, Rembun, mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan ini lahir dari ide bersama dan didanai secara mandiri melalui sistem urunan (swadaya) warga. Tidak ada paksaan mengenai besaran dana yang disumbangkan; semua dilakukan atas dasar rasa kebersamaan dan semangat menyemarakkan bulan kemerdekaan.

“Semua ini murni hasil urunan dan swadaya warga RT 26. Kami ingin membuat perayaan HUT RI ke-81 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain berhias, kami juga ingin ada manfaat jangka panjangnya. Galon bekas air mineral yang biasanya menumpuk jadi sampah, kami kumpulkan, dikreasikan, lalu dijadikan pot tanaman,” ujar Rembun saat ditemui di lokasi pengerjaan, Senin (3/8/2026).

Rembun, Ketua RT 26 sedang membuat pot dari galon bekas

Ia menambahkan, pengumpulan galon bekas hingga mencapai angka lebih dari 750 buah tidaklah mudah. Namun, berkat kesadaran dan kekompakan warga yang menyumbangkan galon tak terpakai dari rumah masing-masing serta mencari tambahan dari lingkungan sekitar, target tersebut akhirnya bisa terlampaui.

Baca Juga  Derita Sakit Stroke, Engkus Tumaritis Dapat Bantuan Kursi Roda Dari dr Herman Sutrisno

“Pengerjaannya memakan waktu sekitar satu pekan. Warga bekerja bersama-sama, biasanya setelah pulang dari sawah atau pekerjaan masing-masing. Ibu-ibu bertugas menyiapkan tanaman dan mengecat, sementara bapak-bapak dan pemuda memotong galon serta menatanya di pinggir jalan,” tambah Rembun.

Perpaduan Estetika Merah Putih dan Ketahanan Pangan

Keberadaan lebih dari 750 pot galon bekas ini kian mempesona karena dipadukan dengan dekorasi khas kemerdekaan lainnya. Sepanjang jalur jalan RT 26 tampak membentang deretan bendera Merah Putih, spanduk bertema kemerdekaan, serta umbul-umbul berwarna merah dan putih yang berkibar megah ditiup angin sore.

Warna-warni pot galon yang menampung aneka jenis tanaman menyatu harmonis dengan warna merah dan putih dari bendera dan umbul-umbul. Pemandangan ini menciptakan nuansa estetis yang menyegarkan mata bagi siapa saja yang melintasi jalan kampung Dusun Cikawung.

Menariknya, jenis tanaman yang ditanam di dalam galon bekas tidak hanya terbatas pada tanaman hias seperti mawar, anthurium, atau kaktus lokal. Warga secara sengaja memperbanyak penanaman sayuran produktif yang bernilai gizi dan ekonomis.

Di dalam pot-pot galon tersebut, kini tumbuh subur pelbagai jenis tanaman pangan skala rumah tangga, antara lain:

  • Cabai rawit dan cabai merah
  • Tomat dan terung
  • Sawi, kangkung, dan bayam
  • Bawang daun dan seledri
  • Tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan kunyit

Menurut warga setempat, pemilihan tanaman sayuran ini didasari oleh keinginan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Kelak, saat masa panen tiba, hasil dari tanaman sayur di sepanjang jalan ini bisa dimanfaatkan bersama oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Apresiasi dari Pemerintah Desa Cintaratu

Inovasi dan semangat swadaya yang ditunjukkan oleh warga RT 26 Dusun Cikawung mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Cintaratu. Kepala Desa Cintaratu, Ahmad Musadad, menyatakan rasa bangga dan kekagumannya atas kekompakan warga yang mampu mengubah barang bekas menjadi ornamen bernilai seni tinggi sekaligus bermanfaat nyata.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Cintaratu sangat mengapresiasi dan merasa bangga dengan inovasi yang ditunjukkan oleh warga RT 26 Dusun Citamiang dibawah kepemimpinan Pak RT Rembun. Ini adalah contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan diisi dengan kegiatan yang sangat positif, kreatif, dan berwawasan lingkungan,” tutur Ahmad Musadad.

Baca Juga  Kantor Perusahaan Pembiayaan Otomotif di Kota Banjar Terbakar, tapi Bohong !. Damkar Kena Prank 2 kali
Ahmad Musadad, Kepala Desa Cintaratu

Menurut Ahmad Musadad, langkah yang diambil warga RT 26 ini sejalan dengan program pemerintah dalam menekan volume sampah plastik dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat tapak. Pemanfaatan galon bekas dinilai sebagai langkah cerdas mengatasi potensi limbah lingkungan.

“Mengolah lebih dari 750 galon bekas menjadi pot tanaman bukan pekerjaan mudah. Itu membutuhkan komitmen, tenaga, dan kebersamaan. Selain mempercantik wajah desa dalam menyambut HUT RI ke-81, gerakan ini secara tidak langsung mengedukasi masyarakat pentingnya mendaur ulang sampah plastik. Sayuran yang ditanam pun nantinya bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh dapur warga,” tambah Musadad.

Kepala Desa Cintaratu berharap inisiatif kreatif dari Dusun Cikawung RT 26 ini bisa menjadi percontohan dan memicu inspirasi bagi RT atau dusun-dusun lainnya di wilayah Desa Cintaratu maupun Kecamatan Lakbok secara keseluruhan.

Dampak Positif dan Harapan Ke Depan

Gerakan menghias kampung dengan pot galon bekas ini membawa dampak sosial yang sangat positif. Selain mempererat tali silaturahmi antarwarga selama proses pengerjaan satu pekan, suasana lingkungan menjadi jauh lebih bersih, rapi, dan sejuk.

Ibu-ibu di RT 26 kini memiliki kegiatan rutin baru, yaitu merawat dan menyiram tanaman galon setiap pagi dan sore hari. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan pun meningkat secara drastis, karena warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keindahan gang tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga RT 26 mengaku sangat senang dengan wajah baru kampungnya. Ia mengungkapkan bahwa suasana jelang kemerdekaan tahun ini terasa jauh lebih semarak dan berkesan.

“Tahun-tahun lalu biasanya hanya pasang bendera dan gapura biasa. Tapi tahun ini meriah sekali karena ada ratusan pot galon warna-warni. Kampung jadi kelihatan hijau, segar, dan bersih. Nanti kalau cabai dan tomatnya sudah buah, kita juga yang menikmati hasilnya,” ungkapnya dengan nada gembira.

Semangat menyambut HUT RI ke-81 di Dusun Cikawung, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Ciamis ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Lewat kesederhanaan galon bekas, urunan swadaya, dan semangat gotong royong yang kuat, warga berhasil menciptakan perayaan kemerdekaan yang bernilai estetis, ramah lingkungan, serta bermanfaat bagi kesejahteraan bersama.

Aditya TW