Kata Berita

Antisipasi Kekeringan Musim Tanam II, BBWS Citanduy Terapkan Sistem Gilir Air

×

Antisipasi Kekeringan Musim Tanam II, BBWS Citanduy Terapkan Sistem Gilir Air

Sebarkan artikel ini
Kepala BBWS Citanduy bersama staf sedang meninjau pintu air saluran irigasi

BANJAR, KATAJURNALIS.COM. — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Kondisi Ketersediaan dan Alokasi Air guna mengantisipasi potensi kekeringan pada Musim Tanam (MT) II di Daerah Irigasi (D.I.) Lakbok Utara, Senin (27/7/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk mengamankan pasokan air pertanian seluas 6.219 hektare yang membentang di wilayah Kabupaten Ciamis (4.741,72 Ha) dan Kota Banjar (1.477,65 Ha).

Berdasarkan pemetaan potensi kekeringan terbaru, terdapat beberapa areal pesawahan yang rentan terdampak kekurangan air pada periode ini, di antaranya wilayah Biuk (611 Ha), Paniisan (567,54 Ha), Sindangayu (473,01 Ha), dan Pondokhuni (397,90 Ha). Sementara itu, area seluas 4.169,92 Ha diproyeksikan aman dari ancaman kekeringan.

Pengoptimalan Pasokan Air dari Bendungan Leuwikeris

Untuk menjaga produktivitas lahan pertanian, BBWS Citanduy menetapkan kebijakan penggunaan Faktor K sebesar 70% dari suplai Bendungan Leuwikeris. Pertimbangan ini diambil agar debit air yang masuk ke saluran sadap dan areal persawahan tetap optimal dan mencukupi hingga bulan Agustus dan September.

Baca Juga  Rampung 100 Persen, Sungai Citanduy Ditutup untuk Isi Waduk Bendungan Leuwikeris

Adapun rencana pelepasan debit air (Release) dari Waduk Bendungan Leuwikeris yang disiapkan meliputi:

– Juli Periode II: 8,5 m³/detik

– Agustus Periode I:  7,1 m³/detik

– Agustus Periode II: 6,6 m³/detik

– September Periode I: 3,0 m³/detik

– September Periode II:  0,8 m³/detik

Skema Pengaliran dan Sistem Gilir Air

Saat ini, pengambilan intake Bendung Pataruman untuk D.I. Lakbok Utara tercatat sebesar 8.100 liter/detik untuk melayani seluruh wilayah. Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 8.000 liter/detik dan penerapan Faktor K sebesar 0,8, debit air yang dialirkan disesuaikan menjadi sekitar 6.400 liter/detik yang berlaku mulai akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026.

Guna memastikan pembagian air yang adil dan merata hingga ke ujung saluran (petak tersier), BBWS Citanduy menyusun jadwal pengaliran gilir air bagi seluruh saluran sekunder di D.I. Lakbok Utara.

Melalui pengaturan alokasi air dan sistem gilir yang terencana ini, diharapkan para petani di wilayah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis dapat memanen hasil pertanian MT-II secara maksimal tanpa terganggu krisis air.

Baca Juga  Hadapi Kemarau, Warga di Ciamis Buat Kincir Air

Aditya TW