Kata Berita

Sumur Kering Akibat Kemarau, Warga Pangandaran Ambil Air dari Sungai Kotor

×

Sumur Kering Akibat Kemarau, Warga Pangandaran Ambil Air dari Sungai Kotor

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, katajurnalis.com.

Lantaran sumber air di rumah surut akibat dilanda kemarau, warga Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran terpaksa gunakan air sungai yang kotor untuk mandi dan mencuci pakaian.

Penderitaan warga bertambah karena sungai yang menjadi andalan mereka tersebut harus ditempuh dengan jarak yagn cukup jauh dari pemukiman. Sebagian warga memilih menggunakan kendaraan roda dua dan sebagian lainnya memilih berjalan kaki sembari membawa jerigen dan ember.

“Setiap musim kemarau, banyak warga yang datang ke sini untuk mengambil air demi memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi,” kata Jaya, warga setempat, Senin (20/7/2026).

Jaya mengaku warga sangat berharap kondisi kekurangan air bersih ini bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat. Warga menginginkan bantuan pasokan air bersih atau sumur bor.

“Kami berharap pemerintah bisa memfasilitasi kebutuhan air untuk warga, musim kemarau membuat sumber mata ari surut dan kering,” tambah Jaya.

Sementara untuk memenui kebutuhan minum dan memasak, warga terpaksa harus merogoh kocek untuk membeli air kemasan isi ulang.

Baca Juga  Ribuan Massa Doa Bersama untuk Palestina, Bachtiar Nasir : Israel Ingin Memecah Belah, Tetap Jaga Kondusifitas

Pihak BPBD Kabupaten Pangandaran mencatat, hingga akhir Juli 2026 ini sudah terdapat beberapa desa yang melaporkan kekurangan air bersih. Desa tersebut yakni Desa Margacinta, Parakanmanggu, Pamotan dan Desa Mangunjaya.

Setiap tahun musim kemarau selalu melandan wilayah Indonesia. Musim kemarau terjadi karena beberapa faktor meteorologi dan klimatologis terutama yang berkaitan dengan siklus angin, pergerakan matahari, dan suhu permukaan laut.

Salah satu penyebab terjadinya musim kemarau yakni hembusan angin Muson Timur (Muson Australia) yang terjadi saat posisi matahari berada di belahan bumi utara. Sehingga benua Asia menjadi panas dan benua Australia menjadi dingin (bertekanan tinggi).

Udara mengalir dari Australia menuju Asia melintasi Indonesia. Karena angin ini berasal dari wilayah gurun di Australia yang kering, angin tersebut membawa sangat sedikit uap air, sehingga curah hujan di Indonesia menurun drastis.

Aditya TW