Kata Berita

Sumur Siluman, Sumber Air yang Tidak Pernah Surut Dihantam Kemarau Panjang

×

Sumur Siluman, Sumber Air yang Tidak Pernah Surut Dihantam Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini

Banjar, katajurnalis.com.

Setiap tahun musim kemarau selalu melanda wilayah Indonesia. Musim kemarau terjadi karena beberapa faktor meteorologi dan klimatologis terutama yang berkaitan dengan siklus angin, pergerakan matahari, dan suhu permukaan laut.

Dampak dari kemarau yang paling umum adalah surut hingga mengeringnya sumber mata air seperti sumur gali maupun sumur bor. Namun tahukah anda, terdapat satu sumber mata air di wilayah Purwaharja, Kota Banjar yang airnya tidak pernah surut meski dihantam kemarau panjang sekalipun.

Adalah sumur Siluman yang terletak tepat di halaman kantor Kecamatan Purwaharja, jalan Brigjen M Isa. Lokasinya berada di bawah pohon mangga di pekarangan kebun kecil kantor kecamatan.

Menurut warga setempat, sumur Siluman ini memiliki kedalaman lebih dari 14 meter namun airnya sangat penuh hingga menyentuh bibir sumur. Warga Kota Banjar menyebut sumur Siluman sudah ada sejak 1940 an lalu ketika wilayah itu masih bernama Desa Siluman atau kampung Siluman.

Lantaran airnya yang selalu melimpah, sumur Siluman menjadi andalan bagi sejumlah pihak untuk memanfaatkan airnya demi memenuhi kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) hingga minum dan memasak.

Baca Juga  Jembatan Jalan Nasional Ciamis – Cirebon Amblas dan Longsor

BPBD Kota Banjar menjadi salah satu langganan yang memanfaatkan air sumur Siluman itu untuk penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak kemarau. Petugas BPBD menyebut dalam satu hari bisa menyalurkan lebih dari 45 ribu liter air menggunakan truk tangki.

“Saat musim kemarau, pengiriman air bisa dilakukan setiap hari mencapai 8 kali penyaluran air bersih,” kata Yudi Andiana, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar kepada katajurnalis.com, Senin (20/7/2026).

Truk tangki milik BPBD Kota Banjar memiliki kapasitas tampung hingga 5 ribu liter. Selain BPBD, warga sekitar juga selalu memanfaatkan sumur Siluman untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat sumur di rumah mereka sudah surut dan mengering. Sehingga dalam satu hari air yang digunakan bisa mencapai lebih dari 50 ribu liter.

Salah satu penyebab terjadinya musim kemarau yakni hembusan angin Muson Timur (Muson Australia) yang terjadi saat posisi matahari berada di belahan bumi utara. Sehingga benua Asia menjadi panas dan benua Australia menjadi dingin (bertekanan tinggi).

Baca Juga  Pengumuman No 933/PL.02.2-Pu/3279/2/2024 Tentang Penerimaan Masukan dan Tanggapan Masyarakat Terhadap Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjar 2024 Pemilihan Serentak 2024

Udara mengalir dari Australia menuju Asia melintasi Indonesia. Karena angin ini berasal dari wilayah gurun di Australia yang kering, angin tersebut membawa sangat sedikit uap air, sehingga curah hujan di Indonesia menurun drastis.

Aditya TW