Ciamis, katajurnalis.com
Dampak musim kemarau kini mulai dirasakan warga RT 26, 27 dan RT 28 di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Sudah lebih dari sebulan ini warga kesulitan air bersih untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Sumber mata air mereka seperti sumur sudah lama mengering. Hal itu membuat warga terpaksa harus antri mengambil air bersih dari tandon yang didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis menggunakan truk tangki.
“Air sangat penting pak, makanya saya rela antri untuk dapat air bersih,” kata Nasiroh kepada katajurnalis.com, Senin (20/7/2026).
Nasiroh mengaku, untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, dirinya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air kemasan isi ulang galon.
“Air bersih ini untuk mandi dam mencuci, kalau untuk minum dan masak saya terpaksa harus beli,” tambah Nasiroh.
Berbekal galon dan jerigen, warga antri di tandon supaya mendapatkan jatah air bersih. Warga enggan meninggalkan galon dan jerigen hingga terisi penuh.
Sementara warga lainnya rela membeli tandon dan disimpan di depan rumah untuk menunggu diisi oleh petugas penyalur air bersih.
Bahkan warga lainnya rela mengeluarkan dana cukup besar untuk membeli ratisan meter pipa dan mesin pompa untuk mengambil air dari sumber mata air di area persawahan.
“Saya harus mengeluarkan uang lebih dari Rp 4 juta membeli pipa air, kabel listrik dan mesin pompa untuk mengambil air dari sumur ke rumah saya,” ucap Jamaludin, warga RT 27.
Jamaludin menyebut, sumur bor dengan kedalaman lebih dari 140 meter tidak layak konsumsi karena berasa asin.
Kondisi warga di tiga RT yang kekurangan air bersih itu, diduga akibat kondisi lingkungan yang didominasi oleh bebatuan. Sumur gali hingga sumur bor hanya mengandalkan tadah hujan saja, sehingga saat musim kemarau sumber mata air tersebut surut dan mengering.
Aditya TW






